Presiden Iran: Independensi Sebuah Negara, Sangat Penting
https://parstoday.ir/id/news/iran-i16384-presiden_iran_independensi_sebuah_negara_sangat_penting
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, independensi sebuah negara dalam berbagai aspek dan swasembada terutama di sektor-sektor kebutuhan masyarakat sangat penting.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 01, 2016 12:35 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran: Independensi Sebuah Negara, Sangat Penting

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, independensi sebuah negara dalam berbagai aspek dan swasembada terutama di sektor-sektor kebutuhan masyarakat sangat penting.

Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di seminar ulang tahun pendirian Perusahaan Gas Nasional Iran di Tehran, Senin (1/8/2016).

 

Ia menegaskan, slogan-slogan utama Revolusi Islam adalah kemerdekaan, kemandirian dan kebebasan.

 

"Revolusi adalah independensi dan bertumpu pada suara rakyat," imbuhnya seperti dilansir ISNA.

 

Presiden Iran menjelaskan, makna sebuah revolusi adalah memiliki sebuah bangsa yang bebas dan mempunyai kebebasan berpikir, berpendapat, berekspresi dan mengkritik.

 

Hari ini, lanjut Rouhani, masyarakat mengungkapkan perasaan dan pandangannya terhadap pemerintah dan agenda-agenda serta keputusan pemerintah di dunia maya, di mana hal ini menunjukan kebebasan untuk mengkritik.

 

Presiden Iran menuturkan, masalah minyak dan gas tidak murni masalah ekonomi, namun awal produksi minyak di Iran tak lama setelah revolusi konstitusi, yang selalu dikaitkan dengan isu-isu politik.

 

Rouhani menerangkan, minyak –dalam konteks hubungan ekspor dan impor– selalu berpengaruh dalam kebijakan luar negeri, dan  gas berada di tahap berikutnya, di mana dari perspektif sebagai energi bersih, gas juga sangat berpengaruh dalam hubungan dengan berbagai negara.

 

Presiden Iran lebih lanjug menyinggung agenda pemerintah untuk mengekspor 200 juta meter kubik gas perhari.

 

"Negara yang memiliki program seperti ini akan membangun hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan negara-negara lain di sektor minyak dan gas. Sebab, dunia saat ini berkaitan dengan masalah perluasan energi dan khususnya minyak dan gas," pungkasnya. (RA)