Perdagangan Iran-Rusia Meningkat 35 Persen; Perjanjian Eurasia Masuki Fase Implementasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i177354-perdagangan_iran_rusia_meningkat_35_persen_perjanjian_eurasia_masuki_fase_implementasi
Pars Today – Pertemuan pertama Komite Bersama Implementasi Kesepakatan Perdagangan Bebas Iran dan negara-negara anggota Eurasia digelar di Moskow.
(last modified 2026-02-17T14:39:16+00:00 )
Sep 24, 2025 20:52 Asia/Jakarta
  • Perdagangan Iran-Rusia Meningkat 35 Persen; Perjanjian Eurasia Masuki Fase Implementasi

Pars Today – Pertemuan pertama Komite Bersama Implementasi Kesepakatan Perdagangan Bebas Iran dan negara-negara anggota Eurasia digelar di Moskow.

Sayid Mohammad Atabak, menteri Industri, Pertambangan dan Perdagangan Iran dalam pertemuan ini yang digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat ekonomi Iran dan lima anggota Eurasia, mengatakan: Implementasi perjanjian ini membuka jalan bagi kerja sama komprehensif antara Tehran dan negara-negara anggota organisasi ini, terutama karena Republik Islam Iran secara bersamaan telah bergabung dengan organisasi ini sebagai anggota pengamat.

 

Menurut Pars Today, Andrey Slepnev, Menteri Perdagangan Uni Ekonomi Eurasia, juga mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa organisasi ini memiliki visi yang melampaui perjanjian perdagangan bebas dalam mengembangkan kerja sama dengan Republik Islam Iran dan siap untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor.

 

Rusia: Pertukaran dengan Iran Naik 35 persen

 

Alexey Overchuk, Wakil Perdana Menteri Federasi Rusia, mengumumkan dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Republik Islam Iran di Moskow: Omzet perdagangan antara Rusia dan Iran telah meningkat sebesar 35 persen sejak berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas antara Iran dan Uni Ekonomi Eurasia.

 

Menurut Wakil Perdana Menteri Rusia, selama tujuh bulan pertama tahun ini, omzet perdagangan bilateral Tehran-Moskow meningkat sebesar 11,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Pengembangan kerja sama dan konvergensi dalam kerangka keanggotaan pengamat Republik Islam Iran di Uni Ekonomi Eurasia dan upaya bersama untuk memperkuat poros transportasi Eurasia di sepanjang Koridor Utara-Selatan merupakan topik diskusi lain selama pembicaraan tersebut.

 

Komitmen Tiongkok terhadap Sistem Perdagangan Bebas Multilateral di Ekonomi Internasional

 

Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-80, mengungkapkan: Tiongkok sebagai negara berkembang, tidak akan mencari hak istimewa apa pun dalam negosiasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) saat ini dan di masa mendatang. Li mencatat bahwa Beijing telah memainkan peran aktif dalam negosiasi multilateral selama dua dekade terakhir sambil menikmati hak istimewa ini, membantu mencapai perjanjian perdagangan penting, memperluas kebebasan, dan memfasilitasi perdagangan global.

 

Dalam hal ini, LI Chenggang, Perwakilan Tiongkok di WTO, menekankan dalam konferensi pers bahwa tindakan ini menunjukkan komitmen kuat Tiongkok untuk menjaga sistem perdagangan multilateral, melaksanakan inisiatif pembangunan global, dan berpartisipasi aktif dalam tata kelola global. (MF)