Bagaimana Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Menghapus Buta Huruf di Iran?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i183156-bagaimana_gerakan_pemberantasan_buta_aksara_menghapus_buta_huruf_di_iran
Gerakan Pemberantasan Buta Aksara (Nehzat-e Savad-Amuzi) di Iran merupakan salah satu program pendidikan dan sosial terpenting dalam sejarah kontemporer negara ini.
(last modified 2025-12-29T04:17:09+00:00 )
Des 29, 2025 11:12 Asia/Jakarta
  • Bagaimana Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Menghapus Buta Huruf di Iran?

Gerakan Pemberantasan Buta Aksara (Nehzat-e Savad-Amuzi) di Iran merupakan salah satu program pendidikan dan sosial terpenting dalam sejarah kontemporer negara ini.

Gerakan ini diluncurkan dengan tujuan memberantas buta aksara, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan tingkat budaya masyarakat, serta memainkan peran signifikan dalam pembangunan manusia dan sosial Iran.

Menurut laporan Parstoday, hingga dekade 1970-an (tahun 1350-an Hijriah Syamsiah), sebagian besar penduduk Iran masih buta huruf dan akses terhadap pendidikan dasar di wilayah-wilayah tertinggal sangat terbatas.

Setelah kemenangan Revolusi Islam, Imam Khomeini (ra), pendiri Republik Islam Iran, memberikan perhatian khusus pada isu literasi. Pada tanggal 7 Dey 1358 H.S., beliau secara resmi mendirikan Organisasi Gerakan Pemberantasan Buta Aksara untuk memberantas buta huruf di Iran secara luas, terstruktur, dan berkelanjutan.

Tujuan dan Struktur Gerakan

Pada 7 Dey 1358 H.S., Organisasi Gerakan Pemberantasan Buta Aksara didirikan di bawah Kementerian Pendidikan Iran. Tujuan utamanya adalah memberantas buta aksara di kalangan orang dewasa dan mereka yang karena berbagai alasan tertinggal dari pendidikan formal.

Organisasi ini menjalankan program pendidikan khusus bagi orang dewasa, remaja, dan bahkan orang tua siswa yang masih buta huruf. Selain mengajarkan membaca dan menulis, program ini juga menanamkan keterampilan dasar kehidupan. Kurikulum disusun berdasarkan kelompok usia yang berbeda, dan ribuan pengajar serta instruktur dikerahkan ke seluruh penjuru Iran.

Statistik dan Capaian Gerakan

Data resmi dan laporan penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Pemberantasan Buta Aksara memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan tingkat literasi di Iran. Sebelum Revolusi Islam, tingkat melek huruf di Iran relatif rendah. Namun, dalam dekade-dekade setelah revolusi dan berkat aktivitas intensif gerakan ini, tingkat literasi meningkat secara drastis.

Dalam periode pasca-revolusi, tingkat literasi pada kelompok usia 10 hingga 49 tahun mencapai 96,6 persen, yang menunjukkan peningkatan besar dibandingkan era pra-revolusi. Data global juga mengonfirmasi bahwa tingkat literasi di Iran meningkat dari sekitar 37 persen pada tahun 1976 menjadi lebih dari 86 persen pada tahun 2016.

Peningkatan ini tidak hanya menaikkan tingkat literasi nasional secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi kesenjangan gender serta perbedaan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Kesenjangan literasi antara laki-laki dan perempuan serta antara daerah kota dan desa secara bertahap menyempit, meskipun perbedaan tertentu masih ada pada kelompok-kelompok khusus.

Dampak Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Peningkatan tingkat literasi di Iran membawa dampak luas di berbagai bidang:

1. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia 
Literasi merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di negara berkembang. Kemampuan membaca dan menulis memungkinkan individu mengakses layanan sosial, pendidikan, dan kesehatan secara lebih efektif.

2. Peningkatan Partisipasi Sosial 
Masyarakat yang melek huruf memiliki kapasitas lebih besar untuk berpartisipasi dalam proses sosial, politik, dan ekonomi, serta memainkan peran yang lebih aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Pengurangan Kesenjangan Gender 
Program literasi yang secara khusus menargetkan perempuan berkontribusi signifikan dalam memperluas akses perempuan terhadap pendidikan. Meskipun tantangan masih ada, kesenjangan literasi antara laki-laki dan perempuan terus menurun.

4. Peningkatan Kesejahteraan Keluarga 
Literasi berdampak langsung pada kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan rumah tangga, serta meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu mendasar kehidupan sehari-hari.

Sejak tahun 1358 H.S., Gerakan Pemberantasan Buta Aksara telah menjadi salah satu program pendidikan terbesar di Iran. Gerakan ini berhasil meningkatkan tingkat literasi secara signifikan dan membuka akses pendidikan bagi berbagai lapisan masyarakat. Selain meningkatkan indikator pendidikan, gerakan ini juga membawa dampak sosial jangka panjang dalam pembangunan manusia, partisipasi sosial, dan pengurangan kesenjangan pendidikan.

Hari ini, bertepatan dengan tanggal 7 Dey dan peringatan berdirinya Gerakan Pemberantasan Buta Aksara di Iran, Kantor Berita Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) melakukan wawancara dengan Javaher Keshavarz, salah satu perempuan lulusan program ini. Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan: “Saya berusia 37 tahun ketika memutuskan untuk mulai belajar, dan hari ini pada usia 74 tahun saya adalah mahasiswa program magister.”

Javaher Keshavarz merupakan satu dari jutaan warga Iran yang, seiring keluarnya perintah bersejarah Imam Khomeini (ra) pada tahun 1358 H.S. untuk mendirikan Gerakan Pemberantasan Buta Aksara, memulai perjalanan pendidikan mereka dan kini menjadi simbol nyata dari keteguhan, kepercayaan diri, serta peran pendidikan dalam kemajuan individu dan masyarakat.(PH)