Araghchi: Iran Siap pada Kesepakatan yang Adil dan Berbasis Saling Menghormati
-
Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi
Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran menegaskan kesiapan Teheran untuk melakukan perundingan serius dan menyatakan bahwa Iran menginginkan kesepakatan yang dibangun di atas rasa saling menghormati dan saling menguntungkan, serta mencakup pencabutan sanksi yang nyata dan dapat diverifikasi.
Seyed Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dalam sebuah opini yang dimuat di surat kabar The Guardian di London, menulis bahwa Iran tidak gentar bernegosiasi demi mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan.
Menurut laporan Pars Today, Araghchi menyinggung tindakan rezim Israel dan upaya Benjamin Netanyahu untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam konfrontasi dengan Iran, yang ia gambarkan sebagai langkah berbiaya tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menambahkan bahwa semakin banyak warga Amerika kini mengakui bahwa Israel bukanlah sekutu, melainkan beban.
Kepala diplomasi Iran menekankan bahwa perang pada Juni lalu menunjukkan bahwa pembesaran kekuatan rezim Israel dan narasi-narasi mitologis seputarnya telah membawa biaya besar bagi Barat. Araghchi juga menyebut krisis program nuklir Iran sebagai contoh nyata dampak cerita-cerita buatan Israel terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, seraya menegaskan kembali doktrin nuklir damai Iran yang berlandaskan pertimbangan agama, etika, dan keamanan.
Menteri Luar Negeri Iran menambahkan bahwa kebijakan tekanan maksimum Amerika Serikat hanya menghasilkan perlawanan maksimum dari Iran, dan kini semakin banyak warga Amerika yang mengakui ketidakefektifan pendekatan-pendekatan masa lalu.
Araghchi juga menyoroti pelanggaran luas terhadap hak-hak rakyat Palestina oleh rezim pendudukan Israel serta ancaman terhadap negara-negara kawasan, dan menekankan munculnya motivasi baru untuk menahan ancaman bersama dari Israel.
Ia menyatakan bahwa meskipun rezim Israel berulang kali menyerang proses diplomasi selama perundingan nuklir berlangsung, Iran tetap siap pada sebuah kesepakatan yang menjamin saling menghormati dan keuntungan bersama, serta mencakup pencabutan sanksi secara nyata dan dapat diverifikasi.
Menutup tulisannya, Araghchi menegaskan bahwa dunia harus mengetahui bahwa bangsa Iran tidak akan mundur dari hak-haknya. Ia menambahkan bahwa terdapat jendela kesempatan yang singkat untuk mencapai kesepakatan yang adil dan damai—yang membutuhkan keberanian dan ketegasan lebih besar dari semua pihak.