Rudal Jelajah Noor, Senjata Strategis Iran dalam Pertempuran Laut
https://parstoday.ir/id/news/iran-i183624-rudal_jelajah_noor_senjata_strategis_iran_dalam_pertempuran_laut
Rudal jelajah Noor, dengan tingkat presisi tinggi, jangkauan yang beragam, dan daya hancur efektif, memainkan peran penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim Republik Islam Iran.
(last modified 2026-01-05T05:01:20+00:00 )
Jan 05, 2026 11:49 Asia/Jakarta
  • Rudal Jelajah Noor, Senjata Strategis Iran dalam Pertempuran Laut

Rudal jelajah Noor, dengan tingkat presisi tinggi, jangkauan yang beragam, dan daya hancur efektif, memainkan peran penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim Republik Islam Iran.

Rudal jelajah Noor merupakan salah satu rudal antikapal paling penting dan efektif buatan Iran. Rudal ini dikembangkan dari model awalnya rudal Tiongkok C‑802 dan dikenal sebagai salah satu sistem rudal antikapal terbaik di dunia.

Menurut laporan Pars Today, rudal ini mulai bergabung dengan armada Angkatan Laut Iran pada dekade 1990‑an dan memasuki tahap produksi massal pada tahun 2001. Pada 2006, versi yang telah ditingkatkan berhasil diuji dalam latihan militer Nabi Muhammad (SAW). Presisi tinggi, daya hancur besar, kecepatan memadai, serta kemampuan menembus sistem pertahanan menjadikan Noor sebagai senjata strategis dalam pertempuran laut.

Jenis‑jenis Rudal Noor

Dalam berbagai fase pengembangan, para ahli pertahanan Iran telah meningkatkan sistem Noor ke beberapa varian, antara lain:

– Noor awal: versi rekayasa balik dengan jangkauan 30 kilometer (19 mil).

– Noor Fase 2: versi yang ditingkatkan dengan jangkauan 130 kilometer (81 mil).

– Noor Fase 3: peningkatan jangkauan hingga 170 kilometer (110 mil).

– Versi peningkatan dengan nama rudal Qader: jangkauan mencapai 300 kilometer (190 mil).

– Versi ekspor Noor: varian A dengan jangkauan 120 kilometer (75 mil).

Dari sisi spesifikasi teknis, rudal Noor memiliki panjang 6,39 meter, dengan 1,24 meter di antaranya merupakan bagian mesin pendorong awal. Diameter rudal ini 36 sentimeter dengan berat total sekitar 715 kilogram. Hulu ledaknya seberat 165 kilogram, bertipe high‑explosive dengan kemampuan penetrasi terhadap lapisan baja kapal dan dilengkapi sekering tunda.

Kecepatan rudal mencapai 0,9 Mach atau sekitar 1.100 kilometer per jam (300 meter per detik). Dalam lintasan terbang, rudal ini bergerak pada ketinggian 20 hingga 30 meter di atas permukaan laut dan pada fase terminal menurunkan ketinggiannya hingga 5–7 meter untuk menghindari deteksi radar musuh.

Sistem pemandu rudal Noor menggabungkan navigasi inersial dengan radar aktif internal. Mesin yang digunakan adalah turbofan Tolou‑4 berbahan bakar cair, yang merupakan versi pengembangan dari mesin Prancis Microturbo TRI‑60. Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk pesawat tempur, kapal permukaan, kapal selam, dan peluncur darat bergerak.

Dalam operasi tempur, rudal Noor pertama‑tama dipercepat menggunakan booster berbahan bakar padat. Setelah booster terpisah, mesin turbofan aktif dan rudal diarahkan melalui autopilot serta altimeter radio. Pada fase akhir, sistem pemandu beralih ke radar aktif untuk mengunci target. Tingkat probabilitas mengenai sasaran diperkirakan mencapai 98 persen.

Rudal Noor digunakan oleh berbagai platform militer Iran, termasuk kapal cepat kelas Tondar dan Sina, kapal kelas Bayandor, destroyer kelas Alvand dan Jamaran, hovercraft BH‑7, helikopter Mi‑17, serta pesawat tempur F‑4 Phantom. Kehadiran sistem ini secara signifikan meningkatkan kapabilitas tempur laut dan udara Iran.(PH)