Araghchi: Selama 20 Tahun Terakhir, Iran Terbukti Selalu Siap Berunding
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184150-araghchi_selama_20_tahun_terakhir_iran_terbukti_selalu_siap_berunding
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Amerika, “Iran selalu mencari solusi lewat negosiasi dan diplomasi, dan kami telah membuktikannya dalam 20 tahun terakhir.”
(last modified 2026-02-16T10:03:54+00:00 )
Jan 15, 2026 13:00 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Amerika, “Iran selalu mencari solusi lewat negosiasi dan diplomasi, dan kami telah membuktikannya dalam 20 tahun terakhir.”

Menurut IRNA mengutip Al Jazeera Qatar, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran menambahkan dalam wawancara dengan Fox News America, “Meskipun kami tidak memiliki pengalaman positif dengan Washington, diplomasi lebih baik daripada perang.”

Araghchi mengatakan, “Amerika-lah yang selalu menghindari diplomasi dan memilih perang.”

Menanggapi pertanyaan tentang “pesan apa yang ingin ia sampaikan kepada Trump?”, Menlu Iran mengatakan, “Jangan ulangi kesalahan yang Anda buat pada bulan Juni. Anda tahu bahwa jika Anda mencoba pengalaman gagal, Anda akan mendapatkan hasil yang sama. Anda menghancurkan fasilitas dan mesin, tetapi Anda tidak dapat membom teknologi, kemauan, dan tekad.”

Mengenai peristiwa baru-baru ini, Araghchi menjelaskan, "Alasan mengapa teroris menembak orang adalah karena mereka ingin menyeret Trump ke dalam perang."

"Israel berupaya agar Amerika Serikat memasuki perang dengan Iran atas nama rezim ini, dan tujuan tersembunyi Tel Aviv ini kini telah terungkap," imbuhnya.

Araghchi mengatakan, Eskalasi ketegangan yang parah akan memiliki konsekuensi serius bagi semua orang.

"Operasi teroris yang berlangsung selama tiga hari merupakan kelanjutan dari Perang 12 Hari yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap kami," ujarnya.

Menyatakan bahwa mengulangi pengalaman yang gagal oleh Amerika tidak akan menghasilkan hasil yang berbeda, Menteri Luar Negeri Iran menekankan, Iran selalu membuktikan kesiapannya untuk negosiasi dan diplomasi.

Menurut Araghchi, "Unsur-unsur teroris yang dipandu dari luar negeri mengikuti metode ISIS dan membunuh pasukan militer dan rakyat. Mereka membakar pasukan keamanan dan polisi hidup-hidup, memenggal kepala mereka, dan menembaki polisi dan rakyat."

Menyatakan bahwa “kami memerangi teroris selama tiga hari, bukan demonstran”, Menlu Araghchi mengatakan, “Alasan mereka menembak orang adalah karena mereka ingin meningkatkan jumlah kematian dan menyeret Trump ke dalam konflik, dan ini persis rencana Israel.”

Menteri Luar Negeri Iran menekankan, “Kami menghadapi operasi teroris besar-besaran pada tanggal 8-10 Januari, dan kami menganggap ini sebagai kelanjutan dari Perang 12 Hari Amerika Serikat dan rezim Israel. Yaitu, 8 Januari (Kamis) adalah hari ke-13 perang.”

“Sekarang, setelah tiga hari operasi teroris, ketenangan telah tercipta dan kami telah mengendalikan situasi sepenuhnya, dan kami berharap rasionalitas akan menang dan kami tidak akan menuju tingkat ketegangan yang tinggi, karena jalan seperti itu bisa membawa malapetaka bagi semua orang,” pungkas Araghchi.(sl)