Parlemen Iran: Kemampuan Rudal dan Pengayaan Uranium Garis Merah Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185086-parlemen_iran_kemampuan_rudal_dan_pengayaan_uranium_garis_merah_iran
Pars Today – Wakil ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menegaskan: Republik Islam Iran tidak mengenal basa-basi dengan siapa pun dalam urusan kepentingan nasional.
(last modified 2026-02-06T03:37:29+00:00 )
Feb 06, 2026 10:31 Asia/Jakarta
  • Abbas Moqtadaei, Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran
    Abbas Moqtadaei, Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran

Pars Today – Wakil ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menegaskan: Republik Islam Iran tidak mengenal basa-basi dengan siapa pun dalam urusan kepentingan nasional.

Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, menulis di akun pribadinya di jejaring sosial X bahwa perundingan nuklir dengan Amerika Serikat akan diselenggarakan pada hari Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 10 pagi di Muskat, ibu kota Oman.

 

Menurut laporan Kantor Berita Parlemen, Abbas Moqtadaei, Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, seraya  menyinggung campur tangan Amerika Serikat di kawasan serta ancamannya terhadap Iran dengan perang, mengatakan:

 

Republik Islam Iran tidak pernah mencari perang, tetapi dalam menghadapi segala bentuk pemaksaan dan ancaman terhadap kepentingan rakyat, tidak akan ada toleransi, sungkan, atau sikap kompromi.

 

Moqtadaei menambahkan: Iran berada pada tingkat kesiapan pertahanan tertinggi, dan terhadap pihak mana pun yang berupaya membahayakan kepentingan rakyat Iran atau melakukan tindakan pemaksaan, akan memberikan tanggapan yang tegas.

 

Kemampuan Rudal dan Pengayaan Uranium adalah Garis Merah Iran

 

Sementara itu, Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Islam Iran, seraya merujuk pada perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang akan berlangsung pada hari Jumat, mengatakan:

Garis-garis merah Republik Islam Iran tidak berubah. Jika pihak Amerika ingin ikut serta dalam perundingan dengan pedoman lama—misalnya dengan menuntut pengayaan nol atau tuntutan sejenis—maka sejak sekarang dapat dikatakan bahwa perundingan tersebut akan berujung pada kegagalan.

 

Rezaei, seraya menyinggung pernyataan anti-Iran dari para pejabat Amerika dan Barat, menambahkan: dalam isu nuklir, kami tidak akan memberikan konsesi apa pun, karena ada garis-garis merah seperti mempertahankan bahan yang telah diperkaya dan melakukan pengayaan di dalam negeri, dan kami tidak akan mundur dari hal-hal tersebut. Justru pihak Amerika yang harus bersikap bijaksana dan rasional.

 

Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Islam Iran

 

Perundingan dengan logika paksaan dan kekuatan tidak akan membuahkan hasil

 

Selain itu, Mohammad Saleh Jokar, Ketua Komisi Urusan Dalam Negeri dan Dewan-Dewan Parlemen Iran, mengatakan: Amerika Serikat dengan sikap arogan dan pemaksaan berupaya memperoleh konsesi, dan dalam kondisi seperti ini Republik Islam Iran pasti tidak akan tunduk pada tuntutan berlebihan Amerika. Oleh karena itu, perundingan tersebut tidak akan mencapai hasil.

 

Mohammad Saleh Jokar, Ketua Komisi Urusan Dalam Negeri dan Dewan-Dewan Parlemen Iran

 

Kemampuan rudal dan isu-isu kawasan tidak ada kaitannya dengan AS

 

Dalam kaitan ini, Esmail Kowsari, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, seraya merujuk pada perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang akan berlangsung pada hari Jumat di Oman, mengatakan: Kemampuan rudal dan isu-isu kawasan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat dan Barat, dan mereka tidak berhak mengajukan tuntutan berlebihan dalam hal-hal tersebut. (MF)

 

Esmail Kowsari, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran