Iran-Kuba Pererat Hubungan Bilateral
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dan mitranya dari Kuba menyambut perluasan kerjasama di berbagai bidang terutama di sektor ekonomi.
"Kinerja Republik Islam Iran dan Kuba menunjukkan bahwa perlawanan dapat mengalahkan sanksi, "kata Mohammad Javad Zarif dalam pertemuannya dengan Bruno Eduardo Rodriguez Parrilla di Havana, ibukota Kuba, Senin (22/8/2016).
Ia menambahkan, rakyat Iran telah membuktikan kepada kekuatan-kekuatan besar bahwa sanksi tidak menjauhkan mereka dari kebijakan dan pandangannya.
"Kerjasama di sektor teknologi, bioteknologi dan farmasi dapat memperjelas hubungan kedua negara di masa depan," ujarnya.
Menurutnya, Iran dan Kuba bisa melanjutkan dan bahkan memperkuat kerjasama internasional seperti di masa lalu.
"Republik Islam Iran dan Kuba selalu memiliki posisi umum terhadap penggunaan kekuatan dan tekanan ekonomi serta intervensi dalam urusan internal negara-negara lain, " pungkasnya.
Sementera itu, Menlu Kuba mengungkapkan tekad dan keputusan negaranya untuk meningkatkan hubungan dengan Iran.
"Kesuksesan dan kemajuan Republik Islam Iran menyebabkan kebanggaan Kuba," kata Rodriguez Parrilla.
Menurutnya, Kuba dan Iran bisa menyaksikan perluasan hubungan kedua negara di berbagai bidang.
"Hubungan politik antara Kuba dan Republik Islam Iran berada pada tingkat tinggi dan di arena internasional, ada hubungan yang baik antarkedua negara," ujarnya.
Menlu Kuba juga menegaskan dukungan negaranya atas hak Iran untuk memanfaatkan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. (RA)