Rudal Sejjil dan Perannya dalam Menghadapi Amerika dan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i186968-rudal_sejjil_dan_perannya_dalam_menghadapi_amerika_dan_rezim_zionis
Pars Today – Setelah serangan baru Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai tindakan balasan memulai operasi “Janji Sejati 4” (Wa’d Sadeq 4) dengan meluncurkan berbagai jenis rudal balistik ke posisi musuh.
(last modified 2026-03-16T16:23:35+00:00 )
Mar 16, 2026 14:38 Asia/Jakarta
  • Rudal Sejjil
    Rudal Sejjil

Pars Today – Setelah serangan baru Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai tindakan balasan memulai operasi “Janji Sejati 4” (Wa’d Sadeq 4) dengan meluncurkan berbagai jenis rudal balistik ke posisi musuh.

Menurut laporan Pars Today, menyusul serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran sejak 28 Februari 2026, Pasukan Dirgantara IRGC memulai operasi “Janji Sejati 4”, yang hingga kini telah dilaksanakan dalam 55 tahap dengan menggunakan berbagai jenis rudal balistik.

 

Humas IRGC mengumumkan bahwa gelombang ke‑54 operasi Janji Sejati 4 dilaksanakan dengan sandi “Ya Zahra (sa) dan untuk mengenang para syuhada di wilayah timur Sungai Tigris (Mehdi dan Hamid Bakeri), dengan kombinasi rudal super-berat yang menargetkan sasaran strategis rezim Zionis. Untuk pertama kalinya dalam operasi ini digunakan rudal strategis berbahan bakar padat “Sejjil” yang memiliki jangkauan jauh.

 

Tinjauan umum

 

Sejjil merupakan rudal jarak jauh pertama dari generasi rudal balistik berbahan bakar padat yang dibuat dalam proyek Ashura. Rudal ini diuji pada 12 November 2008 (22 Aban 1387) di hadapan Jenderal Mohammad Najjar, saat itu Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, dan dianggap membawa transformasi besar dalam industri rudal Iran.

 

Jenderal Najjar menyatakan bahwa para ahli dari Organisasi Dirgantara Kementerian Pertahanan berhasil menguji generasi baru rudal darat‑ke‑darat dengan bahan bakar padat komposit. Seluruh tahapan perancangan dan pembuatan rudal Sejjil beserta peluncurnya dilakukan oleh para spesialis Kementerian Pertahanan.

 

Menurut para pakar militer, keberhasilan Iran memperoleh teknologi pembuatan rudal seperti ini menunjukkan bahwa Iran berada di garis terdepan teknologi rudal balistik. Rudal ini juga merupakan rudal jarak jauh pertama Iran yang menggunakan bahan bakar padat.

 

Pada 15 Desember 2009 (24 Azar 1388), televisi nasional Iran menayangkan gambar uji coba sukses Sejjil‑2. Rudal Sejjil‑2 merupakan versi yang disempurnakan dari Sejjil‑1; dibandingkan pendahulunya, waktu peluncurannya lebih singkat sehingga memiliki kecepatan operasional lebih tinggi, serta dilengkapi dengan hulu ledak yang telah dioptimalkan.

 

Para pakar militer menyebut rudal balistik Sejjil sebagai salah satu pilihan utama Iran untuk merespons setiap agresi rezim Zionis terhadap Iran. Hal ini membuat rudal tersebut semakin menjadi perhatian, karena jarak antara Iran dan Palestina yang diduduki hanya sekitar 1.300 kilometer, dan rudal ini dapat mencapai Tel Aviv dalam waktu sekitar 7 hingga 10 menit.

 

Para analis sebelumnya juga menyatakan bahwa jika Iran meluncurkan rudal Sejjil ke arah Palestina yang diduduki, pelacakannya akan sangat sulit bagi sistem pertahanan antirudal rezim Zionis, mengingat penggunaan bahan bakar padat serta kecepatannya yang sangat tinggi.

 

Israel saat ini memiliki beberapa sistem pertahanan untuk menghadapi rudal balistik, salah satu yang terbaru adalah “Arrow‑3”. Namun dalam uraian mengenai kemampuan rudal Sejjil disebutkan bahwa rudal ini mampu menembus sistem pertahanan tersebut dan menghancurkan target yang diinginkan.

 

Karakteristik Teknis

 

Rudal balistik permukaan‑ke‑permukaan Sejjil terdiri atas tiga bagian: Blok 1, Blok 2, dan hulu ledak. Rudal ini memiliki bobot lebih dari 23 ton dan menggunakan mesin dua tahap berbahan bakar padat yang mampu meningkatkan kecepatan hingga 4.300 meter per detik, sehingga dapat menghancurkan target yang telah ditentukan dengan tingkat akurasi tinggi.

 

Kecepatan menukik (saat memasuki kembali atmosfer) rudal ini sekitar Mach 13

 

(1 Mach = 1.224 km/jam), dengan jangkauan akhir 2.000 kilometer, dan termasuk salah satu rudal balistik paling mematikan milik Iran. Meski demikian, kemungkinan jangkauannya dapat ditingkatkan apabila membawa hulu ledak yang lebih ringan.

 

Sejjil merupakan rudal dengan kemampuan hulu ledak terpisah (separable warhead), dengan bobot hulu ledak yang dilaporkan sekitar 650 kilogram. Panjang rudal Sejjil sekitar 18 meter dengan diameter 125 sentimeter, serta memiliki kemampuan peluncuran dari berbagai sudut.

 

Secara umum, rudal balistik diluncurkan dari peluncur tetap maupun bergerak, baik secara vertikal maupun bersudut (tergantung jangkauan dan fungsi), lalu keluar dari atmosfer Bumi. Para analis militer meyakini bahwa rudal Sejjil merupakan versi yang lebih maju dari rudal “Shahab‑3”.

 

Seri rudal Shahab menggunakan bahan bakar cair, yang saat ini lebih banyak dipakai untuk peluncuran roket pembawa satelit. Meski demikian, beberapa negara masih menggunakan bahan bakar cair dalam produksi rudal balistik. Namun, bahan bakar padat dan bahan bakar padat komposit—yang berbeda dari bahan bakar padat biasa karena bahan bakar dan oksidatornya dicampur sehingga membentuk kristal dan memungkinkan proses pembakaran berkelanjutan—kini menjadi bahan bakar yang paling umum digunakan.

 

Salah satu keunggulan utama bahan bakar padat dibandingkan bahan bakar cair adalah daya simpan yang jauh lebih lama. Bahan bakar cair memiliki masa simpan yang sangat terbatas dan harus diganti setelah jangka waktu tertentu, sedangkan bahan bakar padat dapat bertahan selama beberapa tahun, sehingga perawatan dan penyimpanan rudal menjadi lebih mudah.

 

Karakteristik Operasional

 

Salah satu faktor terpenting dalam desain rudal adalah kecepatan persiapan sebelum peluncuran. Rudal Sejjil dirancang dengan memperhatikan faktor ini. Sebagai rudal jarak jauh berbahan bakar padat pertama Iran, Sejjil dapat siap diluncurkan hanya dalam beberapa menit. Setelah peluncuran, kendaraan peluncurnya segera meninggalkan lokasi tembak, sehingga mengurangi kemungkinan rudal dihancurkan sebelum diluncurkan.

 

Selain itu, karena akselerasi yang sangat tinggi, peluang untuk mencegat dan menghancurkan rudal ini menjadi sangat kecil.

 

Rudal Sejjil memiliki dua tahap dengan dua mesin, dan berkat penggunaan bahan bakar padat generasi baru serta kecepatannya yang tinggi, peluang mengenai target sangat besar. Mekanisme kerjanya adalah sebagai berikut: setelah keluar dari atmosfer Bumi, rudal mengambil posisi horizontal dan bergerak di luar atmosfer. Saat berada tepat di atas target, rudal kembali memasuki atmosfer dan dengan memanfaatkan gaya gravitasi Bumi serta kecepatan yang sangat tinggi, mengunci target dan menukik langsung ke arahnya.

 

Kecepatan masuk kembali rudal balistik Sejjil ke atmosfer dan jatuh ke target mencapai sekitar Mach 13, yang menjadikan pencegatan oleh seluruh sistem pertahanan udara yang ada saat ini nyaris mustahil. Sistem navigasi baru dan sensor-sensor yang sangat canggih pada rudal ini meningkatkan tingkat akurasinya dan membuat pelacakan oleh radar paling maju di dunia menjadi sangat sulit.

 

Sejjil dirancang sedemikian rupa sehingga sistem pertahanan udara dan anti‑rudal Amerika “Patriot” maupun sistem anti‑rudal Israel “Arrow‑3” tidak mampu menghadapinya.

 

Penggunaan pelapis anti‑radar pada rudal Sejjil dimungkinkan berkat upaya para pakar pertahanan dan kalangan akademisi Iran. Tiga faktor utama—warna khusus, material badan rudal, serta penggunaan sistem elektronik tertentu—membentuk fondasi kemampuan siluman radar rudal ini. Pada setiap aspek tersebut, para ahli Iran berhasil mencapai teknologi tingkat tinggi dan memanfaatkan berbagai inovasi khusus.

 

Pada rudal Sejjil‑2, hulu ledak mengalami sejumlah perubahan, terutama penambahan sirip kendali yang memandu rudal hingga saat mengenai target, serupa dengan rudal seri Qiam‑2 dan Emad. Dengan penggunaan sirip ini, akurasi Sejjil‑2 meningkat secara signifikan hingga kurang dari 50 meter.

 

Dibandingkan Sejjil‑1, Sejjil‑2 dilengkapi dengan sistem navigasi baru serta sensor yang lebih presisi dan canggih. Metode pemanduan Sejjil‑2 kemungkinan merupakan kombinasi sistem navigasi inersial dan GPS.

 

Spesifikasi Rudal Sejjil

 

  • Berat: lebih dari 23 ton
  • Panjang: 18 meter
  • Diameter: 1,25 meter
  • Mesin: bahan bakar padat (dua tahap)
  • Jangkauan: 2000 kilometer
  • Ketinggian terbang: 450 hingga 500 kilometer
  • Pendorong: motor bahan bakar padat komposit pada tahap pertama dan kedua
  • Kecepatan fase menukik: 11 hingga 13 Mach atau sekitar 3600 hingga 4300 meter per detik
  • Akurasi: Pada rudal Sejjil‑1, hulu ledak tidak memiliki kemampuan pemanduan pada fase akhir dengan kesalahan maksimum sekitar 50 meter. Pada Sejjil‑2, karena menggunakan hulu ledak berpemandu baru, tingkat kesalahan kurang dari 10 meter (presisi tinggi).
  • Platform peluncuran: peluncur bergerak (mobile launcher) dan silo peluncuran bawah tanah
  • Sistem pemandu: navigasi inersial (tanpa sirip pemandu pada hulu ledak untuk Sejjil‑1 dan dengan sirip pemandu untuk Sejjil‑2) ditambah kemungkinan dukungan GPS.