Iravani: Pernyataan Menteri Perang AS Mengungkapkan Mentalitas Kriminal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187056-iravani_pernyataan_menteri_perang_as_mengungkapkan_mentalitas_kriminal
Parsi Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa pernyataan Menteri Perang AS mengungkap mentalitas kriminal yang mendominasi konflik.
(last modified 2026-03-18T11:02:47+00:00 )
Mar 18, 2026 13:01 Asia/Jakarta
  • mir Saeed Iravani, Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB
    mir Saeed Iravani, Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB

Parsi Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa pernyataan Menteri Perang AS mengungkap mentalitas kriminal yang mendominasi konflik.

Menurut laporan Pars Today mengutip Mehr, Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB, menyampaikan pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB, dan mengatakan bahwa pernyataan Menteri Perang AS mengungkap mentalitas kriminal yang mendominasi cara konflik dikelola oleh para pemimpin Amerika Serikat.

Ia menekankan, “Dalam situasi saat ini di mana Amerika Serikat dan rezim Israel secara rutin melancarkan serangan terhadap warga sipil dan lokasi sipil di Republik Islam Iran, tidak ada yang lebih mengungkap mentalitas kriminal yang mendominasi cara konflik dikelola oleh para pemimpin Amerika Serikat selain pernyataan eksplisit Menteri Perang yang menolak memberikan ampun.”

Watap Iran Iran menegaskan, “Pernyataan Menteri Perang AS menyebabkan terwujudnya tanggung jawab internasional Amerika Serikat, serta tanggung jawab pidana internasional individu Menteri Perang negara tersebut.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan Pete Hegset, Menteri Perang AS, tentang Iran dan menulis, “Ketika Menteri Perang AS menyatakan ‘tanpa ampun’, dia tidak menunjukkan kekuatan. Dia menunjukkan kebangkrutan moralnya dan ketidaktahuannya tentang hukum perang. Kami menyarankan dia untuk mempelajari Konvensi Den Haag dan Statuta Mahkamah Pidana Internasional Roma, kecuali jika dia ingin bergabung dengan Netanyahu sebagai penjahat perang.”(sl)