Pirooz: Sistem Anti-Zirah Andalan Iran Tembus Pertahanan Tank Modern
-
Sistem antizirah Iran Pirooz
Pars Today - Salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri pertahanan Iran selama tahun-tahun terakhir adalah pertumbuhan kuantitas dan kualitas dalam perancangan serta produksi senjata anti-zirah, khususnya rudal anti-tank.
Bagian perancangan dan produksi sistem antizirah ini, selain memenuhi kebutuhan internal angkatan bersenjata, juga memiliki potensi ekspor yang menjanjikan.
Peluncuran Perdana
Meskipun produk-produk terkenal dari sektor ini, seperti rudal antizirah Dehlaviyeh dan Toofan, telah dipamerkan dalam berbagai pameran domestik, sebuah produk baru dari industri pertahanan Iran diperkenalkan dalam pameran pertahanan yang digelar di Baghdad, ibu kota Irak, pada tahun 2017 (1396). Produk ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapabilitas antizirah Iran.
Produk tersebut bernama sistem antizirah dan antifortifikasi Pirooz, yang terdiri dari peluncur rudal Dehlaviyeh dan perangkat pemandunya yang dipasang pada kendaraan taktis Aras. Sistem ini sebenarnya dapat dipasang pada berbagai jenis kendaraan dan pengangkut personel, serta dilengkapi dengan rudal antizirah Dehlaviyeh yang bertenaga.
Sistem Pirooz, yang dirancang dan diproduksi oleh para ahli industri pertahanan Iran, diperkenalkan pada tahun 2017 (1396) dan telah dioperasikan di Angkatan Darat Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), dengan sejumlah unit sistem ini telah diserahkan kepada satuan tersebut.
Pengoperasian sistem Pirooz, bersamaan dengan penyerahan sistem antizirah dan antifortifikasi lainnya kepada Angkatan Darat IRGC, meningkatkan daya tembak satuan tempur satuan ini di berbagai medan pertempuran. Hal ini memungkinkan satuan tersebut menghadapi berbagai ancaman zirah dari jarak yang aman.
Spesifikasi Teknis
Rudal antizirah Dehlaviyeh dalam desain awalnya dikembangkan sebagai peluncur tunggal, artinya hanya satu tabung rudal yang dipasang pada peluncurnya. Namun, perlengkapan tank dan peralatan zirah dengan sistem pertahanan aktif (Active Protection System) telah memberikan kemampuan kepada mereka untuk menangkis proyektil antizirah, sebuah perkembangan yang mempersulit tugas satuan antizirah.
Sistem pertahanan aktif ini dirancang dalam dua jenis: soft kill (penangkalan lunak) dan hard kill (penangkalan keras).
Pada kedua jenis tersebut, sensor atau radar kecil dipasang di empat sisi menara tank untuk memperingatkan operator di dalam tank tentang mendekatnya rudal. Pada jenis soft kill, operator mengalihkan rudal menggunakan gelombang elektromagnetik. Pada jenis hard kill, rudal dihancurkan dengan menembakkan proyektil penangkis.
Untuk mengatasi sistem perlindungan tank tersebut, telah dicari solusi dan sistem antizirah Pirooz merupakan salah satu jawabannya. Mengingat sistem pertahanan aktif memerlukan waktu jeda tertentu setelah menangkis satu rudal sebelum mampu menghadapi rudal berikutnya, celah waktu inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menembakkan rudal kedua ke arah tank, sehingga mampu menghancurkannya tanpa memicu reaksi sistem pertahanan aktif.
Untuk menembakkan dua rudal secara beruntun, diperlukan sistem yang memiliki kemampuan tersebut. Sistem antizirah Pirooz justru dirancang, diproduksi, dan dioperasikan khusus untuk tujuan ini.
Sistem Pirooz terdiri dari dudukan dengan dua derajat kebebasan yang mampu memasang empat rudal antizirah Dehlaviyeh bersama satu sistem elektrooptik. Sistem ini juga dilengkapi dengan sistem pemandu yang memungkinkan operator melakukan penargetan dan penembakan. Komponen elektro-optik canggih, termasuk kamera termal dan penglihatan malam, memungkinkan penggunaan sistem ini dalam segala kondisi cuaca, baik siang maupun malam. Fitur penguncian target (lock-on) juga meningkatkan akurasi dan efektivitas sistem Pirooz.
Sistem antizirah Pirooz dirancang agar dapat dipasang pada kendaraan taktis Aras dengan mekanisme elevasi (seperti lift), sehingga pada saat tidak beroperasi, sistem ini dapat ditarik ke dalam kendaraan. Desain ini melindungi sistem dari kerusakan saat berada di luar medan pertempuran. Selain itu, konfigurasi ini juga memberikan perlindungan tambahan bagi kendaraan pembawa sistem di medan tempur. Pemasangan Pirooz pada kendaraan taktis Aras memberikan mobilitas tinggi, memungkinkan penyebaran cepat dan mudah di berbagai area operasional.
Komponen elektrooptik sistem Pirooz memungkinkan pengoperasian siang dan malam melalui kamera termal dan penglihatan malam, serta fitur penguncian target. Di sisi lain, konsol kendali sistem ini ditempatkan di dalam kendaraan, sehingga melindungi operator dari potensi bahaya.
Fitur penting sistem ini adalah kemampuannya menembakkan setiap rudal hanya dalam selang waktu 0,4 detik dari rudal berikutnya, sebuah kapabilitas yang memungkinkan Pirooz menembus sistem pertahanan aktif tank, menjadikannya senjata mematikan bagi tank dan peralatan zirah musuh.
Berkat sistem penargetan khusus, Pirooz juga mampu menghadapi target udara seperti helikopter atau drone hingga ketinggian 2 kilometer dengan jangkauan 5 hingga 8 kilometer (tergantung jenis rudal Dehlaviyeh yang digunakan).
Mobilitas sistem Pirooz merupakan faktor sangat penting dalam pertempuran modern. Pemasangan sistem ini pada kendaraan taktis Aras memberikan keunggulan manuver yang signifikan.
Poin penting lainnya: pada sistem anti-zirah Pirooz yang diserahkan kepada Angkatan Darat IRGC, terpasang dua tabung rudal dengan kapasitas untuk ditingkatkan hingga empat tabung. Selain itu, sistem ini juga dapat dipasang pada kendaraan taktis, kendaraan lapis baja, bahkan kapal-kapal militer.(Sail)