Atase Budaya Iran: Kelas Bahasa Persia di Tiongkok Jembatan Budaya Dua Bangsa
-
Iran-Tiongkok
Pars Today - Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Tiongkok mengatakan: "Kelas-kelas bahasa Persia di Tiongkok adalah jembatan untuk memperdalam hubungan budaya dan meningkatkan saling pengertian antara kedua bangsa."
Menurut laporan Pars Today, Nematollah Iranzadeh, Atase Kebudayaan Republik Islam Iran dan Perwakilan Yayasan Saadi di Tiongkok, dalam wawancara dengan IRNA mengatakan: "Bahasa Persia, sebagai salah satu bahasa budaya dan peradaban yang paling menonjol di Asia, selama berabad-abad berturut-turut telah memainkan peran penting dalam mentransmisikan pengetahuan, sastra, dan pemikiran antar bangsa. Pengaruh budaya Iran di wilayah timur, terutama di Tiongkok, memiliki akar yang dalam dan historis yang berlangsung dari zaman kuno hingga saat ini."
Iranzadeh menekankan: "Kelas-kelas bahasa Persia pertama didirikan di universitas-universitas besar Tiongkok. Kelas-kelas ini, di samping mengajarkan bahasa Persia, telah menyediakan kesempatan berharga untuk penelitian di bidang sastra klasik dan kontemporer Persia, sejarah dan peradaban Iran, filsafat dan pemikiran Iran, serta mengkaji hubungan historis dan kontemporer antara Iran dan Tiongkok."
Atase Kebudayaan Iran di Tiongkok menegaskan: "Pengembangan kursi-kursi bahasa Persia di Tiongkok tidak hanya memiliki aspek ilmiah, tetapi juga memiliki dimensi diplomatik dan budaya."
Iranzadeh mengatakan: "Saat ini, lebih dari 15 universitas dan pusat ilmiah di Tiongkok memiliki kursi atau program pengajaran bahasa Persia dan studi Iranologi. Pusat-pusat ini, selain mendidik mahasiswa pribumi Tiongkok di bidang bahasa dan sastra Persia, juga telah menyediakan landasan bagi kerja sama ilmiah bersama dengan universitas-universitas dan pusat-pusat Iranologi dunia."
Ia menekankan: "Bahasa Persia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga membawa nilai-nilai peradaban Iran seperti puisi, kebijaksanaan, dan mistisisme (irfan), yang pemahaman dan pemanfaatannya dapat memperkaya budaya Tiongkok juga." (MF)