Makam Imam Khomeini: Wujud Persatuan Nasional, Awal Peringatan Wafatnya Sang Imam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190916-makam_imam_khomeini_wujud_persatuan_nasional_awal_peringatan_wafatnya_sang_imam
Pars Today - Dalam peringatan ke-37 wafatnya Imam Khomeini ra, sekali lagi jutaan rakyat Iran yang penuh rasa terima kasih turut hadir secara luas dan penuh semangat dalam upacara peringatan untuk menghormati warisan sang Imam agung.
(last modified 2026-06-04T07:58:43+00:00 )
Jun 04, 2026 14:57 Asia/Jakarta
  • Makam Imam Khomeini ra di Tehran
    Makam Imam Khomeini ra di Tehran

Pars Today - Dalam peringatan ke-37 wafatnya Imam Khomeini ra, sekali lagi jutaan rakyat Iran yang penuh rasa terima kasih turut hadir secara luas dan penuh semangat dalam upacara peringatan untuk menghormati warisan sang Imam agung.

Dilansir Pars Today, 4 Juni 2026, pada peringatan ke-37 wafatnya Imam Khomeini ra, pendiri agung Revolusi Islam, jutaan rakyat Iran sekali lagi menunjukkan kesetiaan mereka kepada cita-cita revolusi, Sang Imam ra, dan Pemimpin Tertinggi melalui kehadiran mereka yang luas dan antusias dalam upacara peringatan.

Sejak jam-jam awal pagi Kamis (4/6), Makam Suci Imam Khomeini ra dan ratusan kota serta desa di Iran menjadi saksi kehadiran penuh cinta dari rakyat yang, meski telah 37 tahun berlalu sejak wafatnya sang arsitek besar revolusi, masih menganggap jalan, pemikiran, dan ajaran beliau sebagai cahaya penuntun bangsa Iran.

Berbagai lapisan masyarakat, keluarga mulia para syuhada, para pejuang, pejabat, serta generasi kedua dan ketiga revolusi berkumpul dalam upacara ini untuk sekali lagi memperbarui janji setia mereka kepada cita-cita Sang Imam ra.

Berita dan laporan yang diterima dari seluruh Iran mengindikasikan penyelenggaraan agung upacara peringatan wafatnya Imam Khomeini ra dan kehadiran luas rakyat dalam acara-acara tersebut, sebuah kehadiran yang menggambarkan kesinambungan ikatan bangsa Iran dengan nilai-nilai Revolusi Islam dan warisan abadi pendiri Republik Islam Iran.

Hujjatulislam Sayid Mohammad Reza Mir-Tajeddini, Wakil Urusan Upacara dan Provinsi Dewan Koordinasi Propaganda Islam Iran, dengan merujuk pada slogan peringatan ke-37 wafatnya Imam Khomeini ra, menyatakan:

"Slogan utama tahun ini adalah 'Perjanjian Setia dengan Dua Imam Revolusi dan Baiat kepada Pemimpin Tertinggi'. Baiat adalah konsep yang terwujud dalam perayaan Eid Ghadir. Kesamaan kedua momentum ini menciptakan landasan dan kondisi untuk memperbarui baiat kepada penerus sah Imam Syahid."

Peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah pernyataan politik bahwa warisan revolusi masih hidup dan diteruskan lintas generasi.(Sail)