Baghaei: Pembunuhan Anak-Anak Tak Bersalah adalah Pelanggaran terhadap Hati Nurani Manusia, "Bi-ayyi thanbin qutilat"
-
Bi-ayyi thanbin qutilat
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, pada kesempatan Hari Anak Tak Bersalah Korban Agresi, dalam sebuah pesan menulis: "Setiap anak yang terbunuh atau terluka akibat kejahatan perang para agresor, berarti sebagian dari kemanusiaan terkubur."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada kesempatan Hari Internasional "Anak Tak Bersalah Korban Agresi", dengan merilis foto "Sayidah Mahia Seddighi Saber," putri kecil dari syahid "Sayid Mohammad Reza Seddighi Saber," ilmuwan nuklir Iran yang gugur sebagai syahid dalam serangan rezim Zionis ke rumahnya di Astaneh-ye Ashrafiyeh, utara Iran, pada bulan Tir 1404 Hs, di akun media sosial X-nya menulis: "Empat Juni, Hari Anak Tak Bersalah Korban Agresi, adalah hari di mana hati nurani manusia harus bertanya pada dirinya sendiri: Bi-ayyi thanbin qutilat "Untuk dosa apa anak-anak tak bersalah dibunuh?"
Ia menambahkan: "Hari ini kami memperingati anak-anak yang seharusnya bermimpi, bahagia, belajar, dan membangun masa depan, tetapi sebelum mereka mengenal kehidupan, mereka menjadi korban kejahatan perang, pendudukan, apartheid, dan pemboman. Dari Gaza, Tepi Barat, dan Beirut, hingga Minab, Lamerd, Tehran, dan banyak tempat lain di Iran dan kawasan di mana anak-anak menjadi syahid di bawah bom dan rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis, kebenarannya sama: tidak ada target militer, tidak ada kepentingan politik, dan tidak ada pembenaran keamanan yang dapat membenarkan pembunuhan anak-anak."
Baqaei mencatat: "Anak-anak bukanlah pihak dalam perang, juga bukan alat perang. Mereka adalah hati nurani umat manusia yang hidup. Setiap anak yang terbunuh atau terluka akibat kejahatan perang para agresor, berarti sebagian dari kemanusiaan terkubur." (MF)