Rahbar: Syuhada, Puncak Akhlak Islam dan Teladan Generasi Muda
-
Ayatullah Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai upaya menyebarluaskan budaya mengenang para syuhada sebagai faktor penting dalam menghadapi konspirasi musuh dan menjaga semangat perlawanan yang disertai dengan antusiasme.
Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan staf panitia penyelenggara Kongres Syuhada Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, dan Provinsi Khorasan Utara yang digelar hari Senin, 26 September lalu, menyebut tujuan perang lunak dan tersembunyi musuh adalah menjauhkan rakyat dari arena jihad dan perlawanan, membuat mereka tidak peduli atas cita-cita dan menguasai atmosfir pemikiran dan jiwa negara.
Ayatullah Khamenei menjelaskan, rakyat Iran dengan perlawanan dan resistensinya, berhasil mematahkan sejumlah banyak tujuan kubu adidaya dunia.
Ia menambahkan, kubu imperialis dunia dengan berbagai media, propaganda luas dan corong-corong politik bayaran, juga tekanan ekonomi, politik dan keamanan, berusaha supaya rakyat Iran putus asa dan memilih keluar dari arena.
Rahbar menekankan pentingnya upaya menjelaskan dimensi-dimensi krusial dan belum pernah dipublikasikan tentang Perang Pertahanan Suci.
"Pertahanan Suci adalah sebuah perang global melawan Islam, pemerintahan Islam dan Imam Khomeini, serta merupakan front dan sekuen yang luas untuk mendukung Saddam Hussein, oleh karena itu kaum muda hari ini harus tahu bahwa ada orang-orang yang mampu menyelamatkan negara dari kesulitan semacam itu dan harus tahu bagaimana mereka hidup," paparnya.
Rahbar menganggap para syuhada sebagai "puncak akhlak Islam" dan "teladan bagi generasi muda".
Ia melanjutkan, para seniman untuk memperlihatkan pesona bercahaya para syuhada kepada para pemuda, harus terjun ke medan dan dengan menggunakan berbagai cara berbeda, khususnya seni literasi dan memproduksi buku-buku pendek dan enak dibaca, menjelaskan realitas-realitas hidup syuhada tanpa hiperbola dan melebih-lebihkan, dengan kata-kata indah dan fasih. (HS)