Rahbar: PBB tak Independen karena Tergantung pada Uang Saudi
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan Sauli Niinisto, Presiden Finlandia dan rombongan, menyinggung fenomena terorisme sebagai sebuah musibah mengerikan yang menimpa umat manusia.
Ayatullah Khamenei mengatakan, untuk menghadapi terorisme diperlukan tekad serius dari seluruh pihak yang punya pengaruh atas kekuatan-kekuatan internasional dan kaum intelektual dunia. Pemerintahan dan kubu adikuasa dunia yang punya kehormatan harus berpikir dan beraksi untuk mengatasi masalah ini.
Rahbar dalam pertemuan yang digelar Rabu (26/10) itu mengkritik Sekjen PBB yang saat ini menjabat dan menuturkan, Sekjen PBB dengan jelas mengumumkan, karena ketergantungan PBB atas uang dari pemerintah Arab Saudi, maka lembaga ini tidak bisa mengecam pembunuhan anak-anak Yaman yang dilakukan rezim itu. Ini, katanya, menunjukkan kondisi moral yang memprihatinkan para politisi dunia, dan saya berharap Sekjen PBB berikutnya mampu mempertahankan independensi lembaga internasional itu.
Ayatullah Khamenei berulangkali menekankan pentingnya mengenal para aktor dan proses kemunculan gerakan-gerakan ekstrem serta teroris dan menurutnya, strategi ini membuktikan perhatian Republik Islam Iran atas keamanan kawasan dan dunia.
Dengan memperhatikan poin tersebut, Rahbar memberi penekanan atas sebab dan faktor munculnya ekstremisme dan terorisme, dan percaya bahwa penyelesaian masalah ini bergantung pada pemahaman dan pengenalan faktor-faktor yang mendorong munculnya masalah-masalah itu.
Terkait faktor-faktor kemunculan terorisme dan ekstremisme, Ayatullah Khamenei menerangkan, Amerika Serikat dan beberapa negara, menimbang semua masalah berdasarkan kepentingan-kepentingan mereka sendiri dan tidak pernah berpikir untuk mencerabut akar terorisme baik di Irak maupun di Suriah.
"Tantangan besar itulah yang selama beberapa tahun terakhir menyebabkan perluasan terorisme dan aksi-aksi kelompok teroris semacam Daesh. Gelombang terorisme, sekarang bahkan sudah menyebar ke Eropa, padahal aktor utama kemunculan fenomena buruk ini adalah pemerintah Amerika dan sejumlah negara Eropa sendiri," paparnya.
Sebelumnya dalam pertemuan dengan Bakir Izetbegovic, Kepala Dewan Kepresidenan Bosnia-Herzegovina, Rahbar menjelaskan, sekalipun mungkin saja koalisi internasional dalam beberapa kasus berperang melawan teroris, namun mereka tidak melakukan langkah nyata untuk mencerabut akar terorisme di Irak dan Suriah, pada saat yang sama, kebijakan-kebijakan buruk dan jahat mereka justru menambah masalah kemanusiaan.
Penjelasan Rahbar dalam pertemuan dengan dua pejabat tinggi Eropa itu pada kenyataannya mengingatkan beberapa poin penting yang sebelumnya disampaikan untuk mereaksi peristiwa teror di Perancis pada tahun 2014 dalam surat Rahbar untuk para pemuda Eropa. Di surat itu, Rahbar menjelaskan alasan dan faktor-faktor munculnya gerakan-gerakan terorisme dan ekstremisme yang dipicu oleh penyimpangan agama dan moral di tengah masyarakat Barat.
Dari sini kita dapat menyimpulkan, pandangan umum atas tantangan-tantangan ini menganggap arogansi kubu adikuasa dunia sebagai faktor utama munculnya musibah-musibah dan masalah kemanusiaan. Tidak diragukan, selama arogansi Amerika dan kekuatan-kekuatan interventif dunia lainnya masih berlanjut, terorisme dan ekstremisme juga akan terus mengancam bangsa-bangsa dunia dan satu-satunya jalan untuk menghadapinya adalah perlawanan dan perjuangan. (HS)