Rahbar: Jika AS Perpanjang Sanksi, Iran akan Meresponnya
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, pelaksanaan perpanjangan sanksi 10 tahun tentunya akan menjadi pelanggaran nyata terhadap JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan hal itu dalam pidatonya di hadapan para komandan Basij dan ribuan anggota organisasi ini dari seluruh negeri, di Tehran, ibukota Iran, Rabu (23/11/2016).
Pada awal bulan November, DPR Amerika Serikat menyetujui perpanjangan 10 tahun sanksi Iran yang dikenal dengan Iran Sanctions Act , tetapi untuk menjadi UU, RUU itu harus disahkan oleh Senat dan juga ditandatangani oleh Presiden AS.
"Sejauh ini, pemerintah Amerika Serikat sekarang telah melakukan beberapa pelanggaran sehubungan dengan perjanjian nuklir. Pelanggaran yang terbaru adalah perpanjangan 10 tahun sanksi. Jika sanksi tersebut diperpanjang, maka ini tentunya adalah pelanggaran terhadap JCPOA dan mereka (AS) harus mengetahui bahwa Republik Islam pasti akan meresponnya," kata Ayatullah Khamenei ketika menyinggung perpanjangan sanksi tersebut.
Rahbar lebih lanjut menyinggung pernyataan para pejabat Iran dan mereka yang terlibat langsung dalam JCPOA, di mana mereka menjelaskan bahwa tujuan dari kesepakatan nuklir ini adalah mencabut sanksi dan menghapus tekanan.
"Kesepakatan nuklir atau juga disebut sebagai JCPOA tidak seharusnya menjadi sarana untuk menekan rakyat dan negara Republik Islam Iran," imbuhnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menyinggung persoalan terkait Iran dan pemerintah AS. Ayatullah Khamenei menuturkan, kami saat ini tidak memiliki kemungkinan untuk memberikan penilaian tentang pemerintah baru AS yang menurut rencana akan berkuasa di negara ini.
"Republik Islam Iran dengan bersandar pada kekuasaan Allah Swt dan keyakinan atas kekuatan rakyat, tidak takut dengan kekuatan apapun di dunia," tegasnya.
Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung pawai jutaan orang untuk memperingati Arbain Huseini (as); yaitu mengenang 40 hari kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw.
Ayatullah Khamenei menjelaskan, kehadiran jutaan orang dalam pawai ini menunjukkan tentang cinta dan daya tarik yang dibarengi dengan pengetahuan, pemahaman dan wawasan.
Pemimpin Besar Revolusi Islam juga mengapresiasi rakyat Irak yang menjamu jutaan peziarah cucu Rasulullah Saw di Karbala.
"Sejumlah pihak berusaha memudarkan atau mensdistorsi Arbain, di mana mereka tidak akan pernah berhasil melakukannya, dan nikmat besar ini pasti akan tetap stabil bagi rakyat Irak dan Republik Islam Iran serta akan menjadi kebanggaan," jelasnya.
Rahbar juga menyinggung peneladanan dari Basij di sejumlah negara kawasan dan agenda musuh untuk mencegahnya.
Ayatullah Khamenei menuturkan, salah satu perencanaan musuh yang sangat penting adalah "pengaruh," di mana masalah ini telah berulang kali diperingatkan lebih dari setahun lalu.
Pekan Basij di Iran berlangsung dari tanggal 19-26 November dan pekan ini diisi dengan berbagai program. Basij adalah organisasi masyarakat di Iran yang beraktivitas di berbagai sektor pembangunan, budaya, sosial, namun jika diperlukan, Basij akan aktif pula di sektor pertahanan dan militer. (RA)