Dehqani: Takfiri, Ekstremisme dan Daesh, Ancaman Paling Berbahaya
Deputi Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB menyebut pemikiran Takfiri, ekstremisme dan kekerasan serta kelompok teroris Daesh (ISIS) sebagai tantangan rumit, kompleks dan beragam yang dihadapi dunia sekarang, di mana untuk mengatasinya diperlukan kerjasama nasional, regional dan internasional.
"Kerjasama antara PBB dan organisasi-organisasi regional seperti Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) bisa mempercepat proses berbagai hal seperti pemberantasan terorisme, ekstremisme, kekerasan, perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir, pemeliharaan dan penciptaan perdamaian, perlawanan terhadap penyebaran senjata pemusnah massal, terorisme cyber dan imigrasi ilegal," kata Gholam-Hossein Dehqani, Rabu (23/11/2016) seperti dikutip IRNA.
Dehqani mengatakan hal itu dalam pertemuan yang bertema "PBB dan SCO: Bersama-sama Melawan Tantangan dan Ancaman".
Deputi Wakil Tetap Iran untuk PBB menambahkan, satu hal yang menggembirakan adalah SCO secara aktif mendukung upaya internasional dan lembaga-lembaga dunia untuk memulihkan perdamaian di Afghanistan dan selalu menekankan penjagaan peran sentral koordinator PBB dalam proses penyelesaian konflik di negara tersebut.
"Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota pemantau dalam SCO telah lebih dari satu dekade lalu menindaklanjuti aktivitas organisasi ini, berpartisipasi aktif dalam pertemuan-pertemuannya dan memiliki hubungan kuat dengan SCO dan semua anggotanya," ujarnya.
Dehqani lebih lanjut menuturkan, kebijakan Iran sebagai sebuah poros perdamaian dan stabilitas di kawasan selalu menekankan dukungan kepada kerjasama multilateral sebagai cara terbaik untuk mengatasi peningkatan ancaman dan tantangan di sektor keamanan dan pembangunan.
Menurut pandangan Iran, kata Dehqani, terorisme dan ekstremisme serta kekerasa terutama ancaman Daesh dan pemikiran Takfiri merupakan ancaman paling berbahaya saat ini. Oleh karena itu, Iran meyakini bahwa PBB dan SCO dapat meningkatkan kerjasamanya untuk menghadapi ancaman-ancaman ini. (RA)