Rouhani: Keputusan Senat AS Langgar JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i27403-rouhani_keputusan_senat_as_langgar_jcpoa
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Iran akan bertindak tegas menghadapi segala bentuk pelanggaran dan penangguhan implementasi Recana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 04, 2016 12:20 Asia/Jakarta
  • Rouhani: Keputusan Senat AS Langgar JCPOA

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Iran akan bertindak tegas menghadapi segala bentuk pelanggaran dan penangguhan implementasi Recana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Rouhani Ahad (4/12) saat sidang terbuka parlemen Iran dan penyerahan bujet tahun depan kepada anggota parlemen seraya menjelaskan bahwa Iran tidak akan melanggar JCPOA menekankan, Tehran akan memberikan balasan yang tepat bagi pelanggaran kesepakatan nuklir, karena keputusan terbaru Kongres Amerika jelas-jelas bertentangan dan melanggar JCPOA.

 

Rouhani menilai JCPOA sebuah kesepakatan win-win dan menambahkan, Iran menilai perluasan interaksi internasional sebagai haknya dan dalam hal ini tidak akan mengijinkan negara manampun merampok hak tersebut.

 

Seraya mengisyaratkan keputusan undang-undang sanksi anti Iran (Akta d’Amato) di Kongres AS, Rouhani mengingatkan, berbagai laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menunjukkan bahwa Republik Islam Iran sejak pelaksanaan JCPOA telah melaksanakan komitmennya.

 

Presiden Iran menambahkan, JCPOA sebuah dokumen internasional dan bahkan telah dikukuhkan oleh Dewan Keamanan PBB serta implementasinya akan memberikan banyak keuntungan bagi semua pihak.

 

Rouhani juga mengisyaratkan bahwa presiden Amerika berkewajiban memanfaatkan wewenangnya untuk mencegah implementasi perpanjangan sanksi anti Iran. “Sesuai koridor keputusan Dewan Tinggi Keamanan Nasional dan undang-undang yang diratifikasi parlemen Iran, sidang delegasi pemantau implementasi JCPOA di Iran pekan ini akan mengambil keputusan yang diperlukan serta hasilnya akan diumumkan kepada rakyat,” papar Rouhani.

 

Senat Amerika pada hari Kamis lalu dengan suara mayoritas yakni 99 suara mendukung tanpa ada suara menentang, meratifikasi akta d’Amanto untuk sepuluh tahun kedepan.

 

Sebelumnya di bulan lalu, Kongres Amerika juga mendukung undang-undang ini. Akta d’Amato kini masih menunggu tandatangan Presiden Barack Obama. (MF)