Rahbar: Tujuan Musuh, Mempengaruhi Remaja dan Pemuda
https://parstoday.ir/id/news/iran-i28189-rahbar_tujuan_musuh_mempengaruhi_remaja_dan_pemuda
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai upaya musuh untuk menginfiltrasi, mempengaruhi dan mendominasi ekonomi, politik dan budaya Iran sebagai salah satu tujuan mereka untuk mempengaruhi remaja dan para pemuda di negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 14, 2016 01:06 Asia/Jakarta
  • Rahbar: Tujuan Musuh, Mempengaruhi Remaja dan Pemuda

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai upaya musuh untuk menginfiltrasi, mempengaruhi dan mendominasi ekonomi, politik dan budaya Iran sebagai salah satu tujuan mereka untuk mempengaruhi remaja dan para pemuda di negara ini.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di acara Jashn-e Taklif (Obligation Ceremony) 2.000 siswa kota Tehran yang digelar di Huseiniyah Imam Khomeini ra, Selasa (13/12/2016).

 

Rahbar menuturkan, para remaja yang merupakan putra-putra bangsa Iran hari ini dan para pengelola serta pemimpin negara di masa mendatang harus memainkan peran penting untuk melawan peta jalan musuh tersebut melalui kehadiran aktif mereka di masyarakat.

 

Ayatullah Khamenei menyinggung pentingnya "momen tugas" dan mengingatkan untuk menghargai masuknya masa baligh dan era kedewasaan spiritual.

 

"Rahasia untuk kemajuan pribadi dan sosial adalah penjagaan hubungan dengan Tuhan. Hari ini, kelemahan besar peradaban Barat yang sedang mengalami kemunduran dan kemerosotan adalah (karena) pemutusan hubungan dengan Tuhan," imbuhnya.  

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam berpesan kepada para remaja untuk mencotoh para Syuhada.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan, para Syuhada, di mana masa remaja dan masa muda mereka untuk membela dan mempertahankan kedaulatan nasional dan kepentingan negara serta dalam rangka menangkal kejahatan musuh, telah mengorbankan harta mereka yang paling berharga; yaitu nyawa di jalan Allah Swt.

 

Rahbar menilai jalan terbaik untuk berhubungan dengan Tuhan adalah shalat dan membaca al-Quran.

 

Beliau mengatakan, mengingat realita bahwa lawan bicara manusia dalam shalat adalah Allah Swt, maka shalat akan menyebabkan tawakal, keyakinan, keberanian dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, lanjutnya, tunaikanlah shalat kalian di awal waktu dan dengan penuh perhatian (khusyu') dan akrablah kalian dengan al-Quran dan makna-makna bercahaya serta penuh hidayahnya. (RA)