Penuturan Doktor Mahmoud Boroujerdi Tentang Imam Khomeini ra (1)
-
Imam Khomeini ra
Pada hari-hari itu, Imam Khomeini berkali-kali mendapatkan ancaman dari pemerintah. Radio-radio asing menyebutkan bahwa kemungkinan para marji’ taklid di Qom akan ditangkap.
Rumah kami berhadap-hadapan dengan rumah Imam Khomeini. Kami lebih sering berada di rumah Imam. Terkadang orang-orang datang mengatakan, “Malam ini rencananya Anda akan ditangkap dan ditahan. Sebaiknya Anda pergi dari sini dan mengubah tempat Anda supaya mereka tidak bisa menemukan Anda.” Tapi Imam Khomeini sama sekali tidak menerima. Malam ketika terjadi peristiwa madrasah Feiziyeh, kemungkinan Imam Khomeini akan ditangkap. Akhir malam Imam Khomeini menyerahkan sejumlah uang kepada keluarga kami dan berkata:
“Bila terjadi sesuatu, berikan uang ini kepada Agha Salehi, ini uang bulanan untuk para santri.”
Dan malam itu beliau tinggal di rumah dan tidak mengubah tempatnya. Malam itu banyak orang datang dan meminta Imam Khomeini untuk pergi ke rumah yang lainnya hanya untuk malam itu saja. Tapi Imam Khomeini tidak menerima.
Malam 15 Khordad, sebelum azan Subuh, para petugas pemerintah datang untuk menangkap Imam Khomeini. Di halaman, mereka memukuli Mashadi Ali. Ketika Imam Khomeini mendengar suara ribut-ribut, beliau berkata:
“Kebengisan apakah yang kalian lakukan ini? Akulah Ruhullah Khomeini. Apa urusan kalian dengan yang lainnya? Mengapa kalian bersikap bengis?”
Saya berpikir, apa yang ingin saya sampaikan tentang penahanan beliau, secara langsung saya dengar dari beliau dan mungkin belum tercatat di tempat tertentu. Setelah Imam Khomeini ditangkap. Beliau berada di penjara selama dua bulan. Selama itu beliau tidak tahu sama sekali tentang kejadian di luar penjara. Setelah pemenjaraan beliau diganti menjadi tahanan rumah, selama satu hari beliau dibawa ke sebuah rumah di daerah Davoudiyeh. Banyak sekali masyarakat yang datang menemui Imam Khomeini dan banyak juga yang tinggal di sana malam itu.
Ketika Imam Khomeini bangun untuk mengerjakan salat malam, saya waktu itu tidak tidur. Salah seorang dari bapak-bapak menyampaikan kejadian 15 Khordad kepada beliau untuk yang pertama kalinya. Setelah itu beliau bangkit untuk berwudhu kembali. Kemudian berkata kepada saya:
“Agha Mahmoud! Aku tidak berbuat apa-apa untuk masyarakat. Kewajiban menjadi lebih berat. Mengapa masyarakat melakukan hal ini untukku? Aku sendiri tidak berbuat apa-apa untuk masyarakat.”
Saya juga menyampaikan sesuatu kepada beliau. Setelah itu beliau mengerjakan salat. Setelah azan subuh beliau mengerjakan salat subuh dan setelah matahari terbit, beliau tidur. Sejak bangun dari tidur, beliau mulai menyusun rencana. Sebelum Zuhur hari itu, masyarakat dilarang menemui Imam Khomeini. Imam Khomeini kepada salah satu utusan pemerintah yang datang menemui beliau, berkata:
“Bila kalian menghalangi masyarakat dan melarang mereka datang ke sini, maka aku akan berbicara di masjidnya [Shah]”
Kata-kata tersebut beliau sampaikan tiga kali, kemudian beliau berkata:
“Kebengisan-kebengisan apa itu, yang dilakukan pemerintah? Mengapa membunuh masyarakat?”
Di sinilah pemerintah paham bahwa bukan pemenjaraan, bukan tahanan rumah dan bukan penekanan apapun, segalanya tidak bisa mempengaruhi jiwa Imam Khomeini sedikitpun.
Ketika Imam Khomeini menceritakan kejadian penahanannya, beliau mengatakan bahwa ketika mereka mau membawaku ke Tehran, dari pintu rumah sampai depan rumah sakit, mobil tidak dinyalakan, karena jangan sampai bunyinya membangunkan para tetangga. Sampai di sana, mereka mendorong mobil dan para petugas memaki baju hitam supaya tidak ketahuan di waktu malam. Mereka mengerumuni mobil supaya tidak kelihatan. Dari depan rumah sakit Imam Khomeini dinaikkan ke mobil besar. Dari sana sampai Tehran, mobil berjalan selama satu jam, tujuh menit. Imam berkata:
“Ketika belum sampai di sumur minyak, aku tidak berbicara. Begitu kobaran api minyak kelihatan dari jauh, aku berkata, kita sedang berkorban untuk minyak ini! Seluruh kekayaan kita sedang diambil karena minyak ini.”
Kemudian beliau berkata:
“Saya melihat mereka yang ada di dalam mobil sangat bengis. Kepada mereka saya berkata, mengapa kalian begitu bengis? Mereka ada urusan dengan saya.”
Mereka mengatakan, “Masyarakat mencintai Anda dan kami takut mereka menciderai kami.” Dan mereka senantiasa melihat ke belakang berharap mobil-mobil yang ada di belakang segera menyusul mereka. Imam menceritakan kejadian ini di rumah kami.
Suatu malam setelah ditetapkan sebagai tahanan rumah, beliau datang ke Qom dan beliau memberikan kebanggaan kepada kami yakni beliau tinggal di rumah kami. Beliau mengundang para marji taklid dan mereka juga datang. Di antara ucapan Imam Khomeini pada malam itu adalah:
“Ketika kami melalui jalan lurus [Qom-Tehran], aku tahu bahwa dua orang yang duduk di depan, salah satu dari mereka memberikan isyarat ke arah kanan. Sebelah kanan jalan adalah danau garam dimana orang-orang mukmin yang beraktivitas anti pemerintah telah dimasukkan ke dalam danau itu.”
Imam melanjutkan:
“Dengan tangan yang mengisyaratkan ke sana, aku paham apa maksudnya. Tapi sejak awal aku pergi bersama mereka tidak takut sama sekali dan ketika mereka mengisyaratkan, demi Allah! Aku juga tidak takut.”
Imam Khomeini dibawa ke Tehran dan ditahan di sebuah tempat selama sembilan belas hari. Kemudian beliau dimasukkan ke sel penjara sendirian dimana Imam Khomeini sendiri mengatakan:
“Panjang sel itu empat, setengah langkah dan di sana aku berjalan tiga kali selama setengah jam, sesuai rutinitas keseharianku.”
Kemudian Imam Khomeini di bawa ke sebuah rumah; satu kamar, satu halaman dan ada kolam kecilnya. Pakravan datang menemui Imam Khomeini dan berkata, “Maaf! Karena di sini belum siap. Tadi malam Anda kami taruh di sel itu.” Imam Khomeini menjawab:
“Tidak. Anda ingin menunjukkan kepada kami bahwa tempat seperti ini juga ada.”
Kemudian Imam Khomeini berkata:
“Aku mengingatkan dia, bahwa malam-malam di sini, di akhir malam terdengar suara-suara yang menunjukkan penyiksaan.”
Orang tersebut mengatakan, “Saya akan menyampaikan agar tidak melakukannya.” Dan ini menunjukkan bahwa Imam Khomeini saat berada di penjara dan bahkan ketika berada di dalam sel pun tetap memikirkan masyarakat dan memperhatikan kondisi mereka. (Emi Nur Hayati)
Dikutip dari penuturan Doktor Mahmoud Boroujerdi, suami Zahra Mosthafavi dan menantu Imam Khomeini.
Sumber: Pa be Pa-ye Aftab; Gofteh-ha va Nagofteh-ha az Zendegi Imam Khomeini ra, 1387, cetakan 6, Moasseseh Nashr-e Panjereh