Penuturan Doktor Mahmoud Boroujerdi Tentang Imam Khomeini ra (2)
-
Imam Khomeini ra
Terkait kecerdasan Imam Khomeini yang luar biasa, saya masih ingat; ketika Imam Khomeini di Ghaitariyeh, suatu hari Hujjatul Islam Lavasani datang menemui beliau. Tentunya pada masa itu Imam Khomeini berada dalam tahanan rumah dan hanya beberapa orang saja yang boleh menemui beliau dan salah satunya adalah Agha Lavasani.
Karena wajah Agha Lavasani mirip wajah Imam Khomeini, dan ketua para penjaga dan petugas SAVAK sebelumnya tidak pernah melihat wajahnya, ketika Agha Lavasani datang, ketua para penjaga datang di balik ruangan dan meminta untuk menemui Imam Khomeini dan mencium tangan Imam. Ketika sudah mencium tangan Imam Khomeini, dia duduk dengan menekuk kedua lututnya di ruangan. Kemudian melihat wajah Imam, juga wajah Agha Lavasani. Setelah beberapa menit, ia keluar dari ruangan. Imam Khomeini berkata:
“Orang ini datang untuk membandingkan kita.”
Setelah kami meneliti, ternyata memang mirip. Mereka benar-benar ketakutan ketika melihat Agha Lavasani dan menyangka bahwa Imam Khomeini telah keluar dari rumah dan kembali lagi. Dan orang-orang itu datang untuk meneliti.
Ketika Imam Khomeini di Ghaitariyeh, Pakravan sebagai ketua SAVAK, kadang-kadang datang menjenguk menemui Imam Khomeini. Pada masa itu, diselenggarakan konferensi internasional ekonomi. Imam mengatakan kepada Pakravan dan saya benar-benar masih ingat kata-kata yang diucapkannya, dan di sini saya mengulanginya. Imam Khomeini berkata:
“Para wakil ekonomi dunia yang berkumpul di sini, semuanya menyampaikan tentang kondisi ekonomi negara-negara mereka yang kacau. Sementara wakil Iran [menteri ekonomi saat itu; Doktor Alikhani] mengatakan bahwa berkah Ala Hazrat [Shah Pahlevi], semua masalah dan keculitan ekonomi telah terselesaikan!”
Imam Khomeini menambahkan:
Aku katakan kepada Pakravan, apanya yang sudah terselesaikan? Ekonomi yang bagian manakah dari negara ini yang sehat? Ekonomi sehat bagian yang manakah yang kita miliki? Apa yang kita miliki sendiri sehingga bisa disebut ekonomi?
Bila dilihat dari zaman dan tempat, dari satu sisi Imam Khomeini dalam tahanan rumah dan tidak ada orang yang boleh menemui beliau selain anggota keluarga yang jumlahnya tidak lebih dari sepuluh orang. Dari sisi lain, lawan bicara beliau adalah ketua SAVAK dengan kekuatan pemerintah saat itu, tapi Imam Khomeini tidak peduli pada mereka sama sekali. beliau menyampaikan protesnya dengan terang-terangan.
---
Imam Khomeini dalam kondisi apapun, tetap melakukan salat tahajud. Ketika bangun dari tidur untuk melakukan salat tahajud, beliau begitu pelan dalam melangkah, supaya tidak ada seorangpun yang terbangun dan sangat jarang ada yang terbangun di tengah malam karena gerakan Imam. Malam itu, ketika Imam Khomeini dipindahkan dari Tehran ke Qom, [setelah habis masa tahanan rumah] lewat setengah jam dari pertengahan malam di rumah Imam Khomeini masih banyak tamu. Setelah para tamu pulang, anggota keluarga duduk mengelilingi Imam.
Sekitar pukul setengah dua, lampu-lampu dimatikan untuk istirahat. Setelah semua keletihan pertemuan, mungkin tidak sampai satu jam, Imam Khomeini sudah bangun untuk melakukan salat tahajud. Padahal sudah jelas bahwa pagi-pagi masyarakat akan datang untuk menemui Imam Khomeini, malam itu beliau tidak meninggalkan salat tahajud. Yang menarik adalah ketika melakukan salat, Imam Khomeini selalu menggunakan wewangian, dan bisa dikatakan bahwa Imam Khomeini tidak pernah mengerjakan salat tanpa wewangian. Bahkan di Najaf juga, ketika melakukan salat tahajud di atas atap rumah, di atas atap rumah itu beliau punya satu botol minyak wangi.
---
Malam 13 Aban, secara resmi datang untuk menangkap Imam Khomeini. Para pasukan khusus polisi telah menutup gang-gang di Qom dan mengepungnya. Tiba-tiba para petugas menyerang rumah beliau dari atas dinding dan pintu. Istri beliau menceritakan, “Saya melihat suara ribut-ribut. Saya keluar dari kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ada beberapa orang berada di atas pagar tembok. Agha [Imam Khomeini] ada di halaman bagian sana. Saya bertanya, Agha ada apa? beliau berkata:
“Datang untuk menangkap saya. Engkau jangan keluar dari ruangan.”
Imam Khomeini sendiri menceritakan kisah kepergiannya ke Turki:
“Saya langsung dibawa ke bandara. Pesawat sudah siap. Begitu kita masuk ke dalam pesawat, saya melihat satu bagian dihampari selimut dan sedikit dirapikan untuk duduk. Jelas ini adalah pesawat barang. Mereka mengatakan, “Karena pesawat penumpang tidak siap, kami ingin membawa anda dengan pesawat barang ini dan pekerjaan ini harus segera dilakukan.” Saya katakan, Tidak. Karena kalian tidak menginginkan saya pergi dan berada di antara masyarakat.”
Mereka begitu ketakutan pada Imam Khomeini. Setelah beberapa hari berhenti di Ankara, Imam Khomeini dibawa ke kota Bursa supaya jauh dari pandangan masyarakat. Kemudian beliau pergi ke Najaf.
Di sana [Najaf] haj Agha Mosthafa mencapai syahadah. Ketika syahadahnya Haj Mosthafa saya tidak di Najaf. Saya waktu itu di Iran dan diberitahu.
Musim panas tahun 1357, kami sempat pergi ke Najaf. Saya dan Imam Khomeini tidur di atas atap rumah. Allah tahu yang tahu, berkali-kali terjadi saya belum tidur, ternyata Imam sudah bangun, berwudhu dan memakai wewangian untuk melakukan salat tahajud dan bermunajat. Saya mendengarkan dan menyaksikannya sampai tiba waktu azan subuh. Beliau kemudian mengerjakan salat Subuh, berdoa dan sampai terbitnya matahari, beliau istirahat sebentar.
Di hari-hari itu juga beliau menulis jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dikirim kepadanya di bagian tepi koran yang putih [kosong]. Yakni beliau tidak menggunakan kertas putih biasa. (Emi Nur Hayati)
Dikutip dari penuturan Doktor Mahmoud Boroujerdi, suami Zahra Mosthafavi dan menantu Imam Khomeini.
Sumber: Pa be Pa-ye Aftab; Gofteh-ha va Nagofteh-ha az Zendegi Imam Khomeini ra, 1387, cetakan 6, Moasseseh Nashr-e Panjereh