Rouhani: JCPOA Menguntungkan Semua Pihak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i32527-rouhani_jcpoa_menguntungkan_semua_pihak
Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia merupakan perjanjian yang memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 07, 2017 16:54 Asia/Jakarta
  • Rouhani
    Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia merupakan perjanjian yang memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Berbicara pada sebuah acara di Tehran, ibukota Iran pada Selasa (7/02/2017), Presiden Rouhani menyebut pernyataan terbaru oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyebut kesepakatan Iran "merupakan yang terburuk ... yang pernah dinegosiasikan," dan mereaksinya dengan mengatakan bahwa kesepakatan ini demi kepentingan semua.

 

Mengacu pada negosiasi nuklir yang ditandatangani pada bulan Juli 2015, Presiden Iran mengatakan, "Kami mampu memberikan argumen kami kepada kekuatan politik besar dan untuk berunding - dengan logika, rasionalitas dan kemuliaan- sampa ke titik di mana Presiden baru Amerika sekarang tidak bisa mentolerirnya. "

 

"Tentu saja," Presiden Rouhani menekankan, "Ini adalah kesepakatan win-win dan untuk kepentingan semua orang dan kawasan."

 

Kesepakatan nuklir, yang disebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), dicapai antara Iran di satu sisi, dan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Cina, dan Rusia di sisi lain.

 

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang menjabat sejak 20 Januari tahun ini, menilai JCPOA tidak menguntungkan bisnis Amerika. Dia sebelumnya telah mengancam membatalkan JCPOA secara sepihak.

 

Presiden Rouhani mengatakan, kesepakatan nuklir dapat menjadi model bagi puluhan perundingan lain yang akan digelar dan mengacu pada keamanan dan stabilitas kawasan. Ia menyebutkan salah satu contohnya yaitu perundingan yang berlangsung di Astana, ibukota Kazakhstan dalam upaya menemukan solusi politik untuk konflik Suriah.

 

Pada bulan Januari, Astana mennjadi tuan rumah perundingan du hari antara pemerintah dan kelompok oposisi Suriah. Iran, Rusia, dan Turki memediasi perundingan tersebut. Para ahli dari tiga negara dan PBB juga menggelar pertemuan teknis lanjutan di Astana, Senin (6/02/2017).(MZ)