Penuturan Doktor Mahmoud Boroujerdi Tentang Imam Khomeini ra (4)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i32956-penuturan_doktor_mahmoud_boroujerdi_tentang_imam_khomeini_ra_(4)
Satu masalah yang sangat ditekankan oleh Imam Khomeini dan beliau sangat sensitif terkait masalah itu adalah salat di awal waktu. Ayah saya juga menceritakannya bahwa Imam Khomeini sejak masa remaja dan muda selalu salat di awal waktu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 15, 2017 15:16 Asia/Jakarta
  • Imam Khomeini ra
    Imam Khomeini ra

Satu masalah yang sangat ditekankan oleh Imam Khomeini dan beliau sangat sensitif terkait masalah itu adalah salat di awal waktu. Ayah saya juga menceritakannya bahwa Imam Khomeini sejak masa remaja dan muda selalu salat di awal waktu.

Bila Anda masih ingat, di permulaan kemenangan revolusi, Syahid Rajai menyampaikan bahwa kantor-kantor kementerian dan yayasan-yayasan pemerintah, harus diliburkan selama setengah jam untuk menunaikan salat. Masalah ini sangat menarik dan penuh pelajaran. Ketika masalah ini ditanyakan kepada Imam Khomeini, beliau berkata:

“Bila tepat waktunya dan tidak sampai merugikan pekerjaan seseorang, maka lakukan hal ini.”

Seandainya saja seorang pejuang di medan perang ingin menunaikan salat Zuhur di awal waktu dan saat itu juga ia berhadapan dengan musuh, tentu saja pejuang ini hatinya ada pada salat di awal waktu, tapi ia tidak akan melepaskan kesempatan itu. Kebetulan beberapa bulan yang lalu sebelum meninggalnya Imam Khomeini, tampaknya kepada keluarga kami beliau berkata:

“Boleh jadi kalian tidak punya kesempatan untuk mengerjakan salat di awal waktu atau dalam kondisi dimana kalian tidak bisa mengerjakan salat di awal waktu, tapi bila hati kalian berdetak untuk salat di awal waktu, maka pahalanya juga akan meliputi kalian.”

Bila terkadang para sahabat dan orang-orang dekat Imam Khomeini menyampaikan bahwa beliau sangat sensitif terkait hal-hal mustahab, ya inilah. Kearena kemustahaban salat di awal waktu, membuat kelapangan rezeki dan terbukanya jalan menuju surga bagi seseorang.

---

Imam Khomeini selalu mendahului dalam mengucapkan salam kepada orang lain. Ketika bertemu seseorang beliau selalu mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum mereka mengucapkan salam. Sosok pribadi yang agung itu, dengan segala keagungannya sehingga semua kekuatan dan adidaya merasa ketakutan mendengar namanya, begitu lembut dan penuh kasih sayang, bahkan bila bertemu anak-anak, beliau mengucapkan salam kepada mereka.

Di pertengahan malam, ketika bangun dari tidur untuk mengerjakan salat tahajud, beliau hanya menggunakan senter yang sangat kecil yang hanya sekedar untuk menerangi depan kakinya dan tidak menyalakan lampu. Beliau berjalan sangat pelan supaya yang lainnya jangan terbangun. Sampai sejauh ini beliau menjaga masalah-masalah Islam.

Beliau selalu mandi sebelum azan Zuhur hari Jumat dan mandi Jumat-nya tidak pernah ditinggalkan.

Setiap kali berwudhu, beliau lakukan setiap bagian dari wudhu dengan menghadap ke kiblat. Meski wastafel tidak menghadap ke kiblat. Setelah mengambil air dengan tangan, tangan yang satunya menutup kran air dan membasuh muka atau tangannya sambil menghadap kiblat.

Imam Khomeini selalu berusaha mengerjakan amalan sesuai dengan komitmen dan keyakinannya tentang Islam. Misalnya, ketika berwudhu, beliau mengingatkan salah satu anggota keluarganya agar tidak berlebihan dalam menggunakan air. Beliau sendiri juga mengamalkan apa yang dikatakannya. Terkait masalah ini saya punya seorang saksi yang menarik dan akan saya sampaikan.

Sekali waktu, salah satu teman anak lelaki saya berkata kepadanya, agar memberikan tetesan air wudhu Imam Khomeini untuk tabarruk [mengambil berkah] kepadanya untuk diberikan kepada orang yang sakit sebagai obat. Dengan bercanda putra saya berkata, “Ayah! Saya telah punya tetesan air wudhu Imam Khomeini dalam satu botol.”

Saya benar-benar takjub. Karena berkali-kali saya menyaksikan ketika Imam Khomeini berwudhu, beliau membasuh tangannya sedemikian rupa sehingga air tidak sampai jatuh ke bawah.

Saya katakan, “Apa yang kau lakukan?”

Putra saya berkata, “Saya meletakkan mangkok di bawah tangan Imam Khomeini dan tetesan airnya jatuh ke dalamnya. Kemudian saya memasukkan air itu ke dalam botol kecil tempat obat.”

Coba perhatikan, ketika Imam Khomeini mengatakan jangan sampai airnya berlebihan, beliau sendiri benar-benar melakukannya dan menjadi teladan bagi orang lain.

Sekali waktu ada pembicaraan bahwa tulisan-tulisan tangan Imam Khomeini harus diabadikan selama bertahun-tahun. Karena benar-benar sebagai dokumen kebahagiaan bangsa muslim dan pemerintahan Islam ini. Kertas-kertas bahan kimia biasanya cepat rusak, dan kami merencanakan untuk menyiapkan kertas buatan tangan dari Jepang.

Telah dibicarakan dengan Bapak Insinyur Hujjat; Ketua Lembaga Peninggalan Budaya, untuk menyiapkan kertas. Tapi Agha Ansari mengatakan, “Imam Khomeini tidak akan menulis sesuatu di atas kertas putih. Kita harus menulisnya dan kita berikan kepada beliau, supaya beliau menulis di bagian tepinya.”

Menarik untuk saya sampaikan kepada Anda, bahwa sebagian syair Imam Khomeini yang sudah diterbitkan, sebelumnya ditulis di bagi tepi koran. Masalah ini sangat kecil, tapi pada akhirnya luar biasa besar.

Allah menjadi saksinya bahwa Imam Khomein tidak pernah hidup tanpa tujuan. Yakni bila terjadi beliau menganggur, pasti sedang memikirkan sebuah masalah. Beliau selalu sibuk bekerja dan tidak membiarkan waktu sia-sia begitu saja. Saya ada kenangan terkait masalah ini.

Selama dua puluh empat jam, beliau berjalan kaki selama setengah jam. Bila cuaca hari Jumat baik, maka beliau berjalan kaki di halaman. Saya dan istri saya duduk di amben. Ketika beliau selesai berjalan, beliau juga duduk di amben itu. Biasanya setelah berjalan kaki, beliau disuguhi dua gelas teh. Istri saya berkata, “Agha! Saya ambilkan teh untuk Anda?” beliau melihat jam dan berkata:

“Masih dua puluh tiga menit lagi.”

Beliau begitu menguasai waktu dan menggunakannya. Sungguh menakjubkan.

---

Di dunia tidak biasanya seorang kepala negara atau seorang pembesar menulis poin-poin pentingnya. Biasanya para pakar dan ahli yang menuliskannya dan menyerahkan kepadanya dan mereka kemungkinan melihatnya, menyetujuinya atau mengganti sebagiannya. Tapi Imam Khomeini menulis sendiri poin-poin pentingnya.

Kami melihat tulisan-tulisannya. Terkadang sebagian kata digarisbawahi, atasnya ditulisi, atau sebagian kata yang menurutnya harus ditambahi, atau karena tidak ada tempatnya lagi, maka di tulis di bagian tepi halaman.

---

Telah saya katakan, beliau mengamalkan apa yang diucapkannya. Izinkan saya untuk menambahkannya, beliau mengamalkan apa yang dipikirkannya. Dua-tiga bulan sebelum meninggalnya Imam Khomeini, kepada saya istriku berkata, “Malam ini saya melihat sesuatu yang aneh pada Imam Khomeini.” Saya katakan, “Apa itu?” Dia mengatakan, “Kepadaku Imam Khomeini berkata, “Carilah Haj Ahmad Agha. Aku keluar dan mengutus seseorang untuk menemui saudaraku dan ketika dia masuk ke dalam ruangan, Imam Khomeini berkata:

“Sudah engkau kirim suratnya?”

Haj Ahmad Agha berkata, “Saya akan tanya, apakah sudah dikirim ataukah belum.” Imam Khomeini berkata:

“Kalau belum dikirim, bawalah kesini secepatnya.”

Kebetulan belum dikirim dan diberikan kembali kepada Imam. Beliau mengambil surat itu dan dalam waktu lima detik, beliau coret sebagian dan beliau tambahi. Saya bertanya kepada beliau, “Agha! Anda tidak melakukan sesuatu yang sangat penting dalam surat itu sehingga Anda memintanya kembali dengan segala perhatian dan ketergesaan tersendiri?” Beliau berkata:

“Ada satu poin untuk para Pasdaran dan telah aku tulis “Saya akan mendoakan kalian dengan semua kekuatan saya” saya lihat mungkin saja saya tidak berdoa dengan semua kekuatan saya.”

Beliau mencoret kata “semua” dan sebagai gantinya menulis kata “Kekuatanku yang terbanyak” beliau begitu perhatian dalam masalah ini. Amalan, perbuatan, perilaku dan ucapan beliau sangat-sangat singkat, simpel, detil dan benar-benar bermanfaat dan selain berguna untuk dunia kita yang di sini maupun dunia yang di sana.

---

Setiap terjadi peristiwa membahayakan, mulai dari peristiwa 15 Khordad sampai kudeta Noujeh dan lain-lain, wajah Imam Khomeini tidak akan berubah dari yang ada. Karena beliau sangat bertawakal kepada Allah dan tawakal ini sudah larut dalam dirinya.

Malam pertama ketika beliau dibawa ke rumah sakit, salat tahajud beliau disyuting dengan kamera tersembunyi dan tidak ditayangkan semuanya. Seandainya saja kami bisa mengetahui siapa saja yang didoakannya. Kepada para pejuang, beliau berkata:

“Saya selalu mendoakan kalian.” (Emi Nur Hayati)

Dikutip dari penuturan Doktor Mahmoud Boroujerdi, suami Zahra Mosthafavi dan menantu Imam Khomeini.

Sumber: Pa be Pa-ye Aftab; Gofteh-ha va Nagofteh-ha az Zendegi Imam Khomeini ra, 1387, cetakan 6, Moasseseh Nashr-e Panjereh