Rouhani: Perang saat ini adalah Perang Tekad
-
Presiden Iran, Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menekankan bahwa tidak ada senjata yang lebih unggul dari keimanan, muqawama dan persatuan rakyat mengatakan, perang dewasa ini di semua medan adalah perang tekad.
Rouhani Rabu (8/3) di Kongres Internasional memperingati syuhada dunia Islam dan hari Syahid di kota Mashad menambahkan, pemuda Iran selama perang delapan tahun pertahanan suci mencapai kemenangan dengan tekad kuat mereka, sama seperti Hizbullah Lebanon di perang melawan Israel mencapai kemenangan.
Kepala lembaga eksekutif Iran ini mengingatkan, pemuda mukmin Hizbullah tanpa peratalan militer memadai mampu mengalahkan rezim ilegal Isreael di perang 33 hari.
Rouhani juga menyatakan, kemenangan Hizbullah bukan kemenangan militer, namun kemenangan tekad dan di perang kehendak bangsa Irak juga mencapai kemenangan melawan teroris.
Presiden Iran di kesempatan tersebut juga menyinggung transformasi Irak dan menambahkan, teroris di perang kehendak melawan rakyat Irak mengalami kekalahan dan seluruh wilayah Irak dalam waktu dekat akan dibersihkan dari keberadaan fenomena buruk ini.
Rouhani seraya mengisyaratkan pembelian senjata oleh sejumlah negara kawasan mengatakan, pembelian senjata dan peralatan perang canggih bukan faktor bagi kemenangan, karena rakyat miskin Yaman dengan keimanan dan tekad baja berhasil menang melawan agresor.
“Apa yang membuat Iran menang menghadapi AS, Israel dan pasukan bayarannya, bukan hanya senjata namun lebih dari itu. Keimanan, tekad, persatuan dan resistensi merupakan faktor bagi kemenangan Iran,” tegas Rouhani.
Seraya mengisyaratkan resistensi bangsa Iran melawan beragam represi musuh sejak 38 tahun lalu, Rouhani menekankan, Republik Islam Iran di kondisi sulit berhasil meningkatkan laju ekonomi, menekan inflasi dan mempertahankan nilai mata uangnya.
Di kongres internasional mengenang syuhada dunia Islam dan hari Syuhada yang digelar di kota Mashad, selain dihadiri 30 tamu dari Irak, Lebanon, Suriah, Pakistan, Tunisia, Bosnia Herzegovina, 300 keluarga syuhada Iran dan 400 warga Provinsi Khorasan Razavi juga hadir. (MF)