Masa Depan Kerjasama Nuklir Iran-Uni Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36296-masa_depan_kerjasama_nuklir_iran_uni_eropa
Hubungan nuklir Iran dan Uni Eropa berada dalam kerangka kesepakatan nuklir, Rencana Aksi Bersama Komprehensif, JCPOA dan seiring dengan dimulainya kerja sama internasional terkait program nuklir Iran, hubungan itu memasuki fase baru dengaan berbagai peluang perluasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 19, 2017 13:47 Asia/Jakarta
  • Iran-Eropa
    Iran-Eropa

Hubungan nuklir Iran dan Uni Eropa berada dalam kerangka kesepakatan nuklir, Rencana Aksi Bersama Komprehensif, JCPOA dan seiring dengan dimulainya kerja sama internasional terkait program nuklir Iran, hubungan itu memasuki fase baru dengaan berbagai peluang perluasan.

Komisi Eropa, Selasa (19/4) mengumumkan, untuk pertama kalinya kami menandatangani sebuah kesepakatan untuk menjalin kerja sama dengan Iran di bidang keamanan nuklir dalam kerangka program Rencana Aksi Bersama Komprehensif, atau JCPOA.

Dalam pernyataan Komisi Eropa disebutkan, tujuan dari proyek bersama itu adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan Iran di bidang keamanan nuklir dengan membuka kesempatan riset bagi pusat-pusat keamanan nuklir sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam JCPOA. Menurut Komisi Eropa, proyek ini adalah bagian pertama dari sebuah langkah bernilai lima milyar euro yang dicantumkan oleh Uni Eropa di bagian bawah dokumen kerja sama keamanan nuklir pada tahun 2016.

Proyek kedua adalah menjalankan "uji ketahanan" di reaktor nuklir Bousher yang akan ditandatangani dalam beberapa pekan mendatang. Salah satu aspek penting JCPOA adalah berlanjutnya hak nuklir serta proyek-proyek riset, ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi nuklir Iran, untuk tujuan damai.

Kesepakatan ini adalah indikasi masuknya Iran ke arena interaksi nuklir dunia. Berdasarkan laporan Badan Energi Atom Internasional, IAEA, Iran sudah menandatangani kontrak pertama desain ulang reaktor nuklir Arak dengan Cina, dan penandatanganan akhir kontrak itu akan dilakukan pekan depan. Teknologi nuklir termasuk ilmu dan teknologi spesialisasi, dan Republik Islam Iran dengan kapasitas tinggi teknologi nuklir yang dimilikinya, masuk ke dalam proyek-proyek nuklir bersama di level global.

Ali Akbar Salehi, Kepala Badan Energi Nuklir Iran dalam perundingan terbarunya dengan Komisaris Energi Uni Eropa mengabarkan langkah-langkah positif yang sudah diambil dalam rangka kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi antara Iran dan Eropa. Menurutnya, dalam waktu dekat masalah keanggotaan Iran di proyek-proyek internasional fusi nuklir atau ITER akan diumumkan secara resmi.

Proyek internasional fusi nuklir yang merupakan sebuah proyek ilmu pengetahuan untuk memproduksi energi-energi terbarukan, melibatkan 27 negara Eropa, Amerika Serikat, Cina, India, Korea Selatan dan Jepang. Proyek ini akan sampai pada tahap marketing dalam waktu 30-40 tahun mendatang dan Iran dari sekarang sudah memulai investasi di bidang ini.

Iran hingga kini menjalin hubungan yang baik dengan Jepang, Korea Selatan, Rusia dan Cina di bidang nuklir, dan di Eropa, menjalin hubungan baik dengan Swiss, Swedia, Polandia, Hungaria dan Spanyol, juga menandatangani kesepakatan nota kesepahaman dengan beberapa negara.

Aktivitas lain Iran di sektor nuklir adalah produksi dan penjualan air berat yang dibutuhkan untuk menjalankan industri nuklir. Iran sekarang berhasil menasionalisasi produksi air berat Arak sampai ke tahap penjualan produk-produk nuklir dalam kerangka perjanjian internasional.

Amerika dan beberapa negara Eropa selama bertahun-tahun terus berusaha menghentikan dan menghancurkan total instalasi nuklir Iran. Akan tetapi Sekjen Asosiasi Nuklir Internasional mengumumkan kesiapan untuk memperluas kerja sama dan langkah mempermudah prasyarat pemanfaatan prestasi-prestasi anggota asosiasi dengan Iran.

Agneta Rising, Sekjen Asosiasi Nuklir Internasional, September 2016 dalam sidang khusus terbaru lembaga ini di London dalam wawancara dengan IRIB menuturkan, Iran dengan memanfaatkan peluang kehadirannya di asosiasi nuklir internasional dan menjalin hubungan dengan anggotanya dapat melakukan langkah besar dengan berpartisipasi dalam proyek-proyek bersama pengembangan penggunaan energi nuklir. Kemampuan dan teknologi nuklir serta pengalaman anggota asosiasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh Iran.

Partisipasi Iran dalam pertemuan tahunan Asosiasi Nuklir Internasional yang penuh dengan ide-ide konstruktif, secara umum menunjukkan kapasitas ilmuwan Iran dalam pemanfaatan teknologi nuklir terkini di level global. (HS)