Putusan Aneh Pengadilan AS terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i3811-putusan_aneh_pengadilan_as_terhadap_iran
Pengadilan Distrik Amerika Serikat dalam sebuah putusan aneh, memerintahkan Republik Islam Iran untuk membayar denda kerusakan sebesar 10,5 miliar dolar dalam kasus serangan terorisme 11 September 2001.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Mar 12, 2016 17:13 Asia/Jakarta
  • Putusan Aneh Pengadilan AS terhadap Iran

Pengadilan Distrik Amerika Serikat dalam sebuah putusan aneh, memerintahkan Republik Islam Iran untuk membayar denda kerusakan sebesar 10,5 miliar dolar dalam kasus serangan terorisme 11 September 2001.

Pengadilan New York mengklaim bahwa Iran mendukung serangan 11 September dan oleh karena itu, mereka harus membayar ganti rugi kepada keluarga korban sebesar 7,5 miliar dolar dan perusahaan-perusahaan asuransi sebanyak 3 miliar dolar.

Padahal dalam laporan resmi pemerintah AS, sama sekali tidak disinggung keterlibatan Iran dalam peristiwa 11 September.

Berdasarkan laporan resmi pemerintah AS, peristiwa 11 September dilakukan oleh 19 individu Arab di mana 15 orang dari mereka warga negara Arab Saudi. Orang-orang tersebut sudah bertahun-tahun tinggal di Amerika dan mengikuti sekolah penerbangan.

Dilaporkan bahwa sebagian dari mereka sudah lama berada di bawah pengawasan Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) atau Biro Investigasi Federal (FBI).

Pada 6 Agustus 2011, Presiden George W. Bush menerima informasi dari CIA mengenai kemungkinan adanya serangan teroris ke AS. Namun Bush tidak menganggap prioritas informasi itu. Dinas-dinas intelijen dan keamanan AS juga tidak mampu mencegah terjadinya serangan teroris terbesar dalam sejarah negara itu.

Arab Saudi masuk dalam daftar tersangka setelah runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC). Pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden menjalin kemitraan bisnis dengan keluarga Kerajaan Saudi dan sejumlah pangeran Arab Saudi juga dikenal sebagai pendukung Al Qaeda.

Beberapa pelaku serangan 11 September dilaporkan memiliki hubungan dengan Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi waktu itu di Washington.

Meski demikian, pemerintah AS demi menjaga hubungan politik dan ekonomi yang kuat dengan Saudi, menolak menuding Riyadh dalam pembunuhan lebih dari 3.000 orang di New York dan Washington.

Bahkan ketika laporan komisi independen Kongres tentang peristiwa 11 September dirilis, pemerintah AS menetapkan 28 halaman dari laporan khusus itu masuk kategori rahasia.

Dikatakan bahwa 28 halaman itu berisi tentang dukungan finansial pemerintah Arab Saudi untuk para perancang dan pelaku serangan 11 September.

Selama 15 tahun berlalu sejak insiden tersebut, nama pemerintah Iran atau warga Iran sama sekali tidak disebut terlibat dalam peristiwa 11 September. Namun meski fakta telah terkuak, sebuah pengadilan di New York justru menuding Iran terlibat dalam peristiwa itu dan mengeluarkan putusan in absentia terhadap Tehran.

Sebelum ini, pengadilan yang sama memvonis Arab Saudi tidak bersalah meskipun ada banyak bukti dan dokumen.

Kasus ini menunjukkan bahwa kubu-kubu politik di AS sedang berupaya memvonis bebas negara tersangka utama dalam peristiwa 11 September dan mengalamatkan tuduhan kepada pihak lain, meski mereka tidak mengantong bukti sama sekali. (RM)