Menlu Iran: Keputusan Baru Senat, Bukti Kepicikan AS
-
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, keputusan baru Senat Amerika Serikat merupakan bukti kepicikan dan kebijakan keliru, yang diadopsi pemerintah Washington dalam beberapa dekade terakhir.
Pada 8 Juni, Senat AS menyetujui draft sanksi baru terhadap Iran. Jika draft itu diloloskan DPR AS dan ditandatangani oleh presiden, maka sanksi baru terhadap Republik Islam Iran akan diberlakukan.
Dalam pernyataan di bandara Oslo, Norwegia pada hari Senin (12/6/2017), Zarif menuturkan, inkonsistensi dan pelanggaran komitmen oleh AS bukan sesuatu yang baru dan dalam hal ini, kami akan berbicara dengan pemimpin Uni Eropa, Cina dan Rusia serta negara-negara lain yang terlibat dalam perundingan nuklir.
Negara-negara Eropa, jelasnya, telah menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan hubungan dengan Iran terlepas dari pelanggaran komitmen yang dilakukan AS.
Menurut Zarif, proses pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) berjalan normal karena Iran dan negara-negara Eropa berkomitmen untuk itu.
Berkenaan dengan tujuan kehadirannya di Forum Oslo 2017, Zarif mengatakan bahwa ia akan menjelaskan sikap-sikap prinsipil Iran sebagai sebuah negara penyeru perdamaian dan stabilitas di wilayah Timur Tengah dan dunia.
"Timur Tengah menghadapi ketegangan yang muncul di antara negara-negara wilayah Teluk Persia selama beberapa tahun terakhir. Jadi, perlu ada upaya internasional untuk mencegah ketegangan lebih lanjut," tandasnya.
Zarif bersama rombongan tiba di Oslo pada hari Senin untuk menghadiri Forum Oslo 2017. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan beberapa mitranya dari sejumlah negara. (RM)