Rahbar: Koalisi Anti Daesh, Sebuah Kebohongan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i39378-rahbar_koalisi_anti_daesh_sebuah_kebohongan
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar), menekankan pentingnya untuk mewujudkan iklim baru kerjasama dan usaha untuk memajukan Iran.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jun 13, 2017 00:34 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar)
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar)

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar), menekankan pentingnya untuk mewujudkan iklim baru kerjasama dan usaha untuk memajukan Iran.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan hal itu dalam sebuah pertemuan, yang dihadiri oleh kepala tiga lembaga tinggi negara, sejumlah pemimpin lembaga pemerintahan dan sekelompok aktivis politik, sosial dan budaya. Demikian dilaporkan IRNA, Senin (12/6/2017) sore.

Untuk mengelola negara dengan benar, kata Rahbar, kita perlu memanfaatkan pengalaman terutama persatuan nasional dan tidak percaya pada Amerika Serikat, serta memiliki parameter yang tepat dalam membuat keputusan.

Berbicara tentang isu-isu aktual di Iran termasuk pemilu 19 Mei, Rahbar menuturkan, pemilu presiden dan dewan kota dan desa yang diselenggarakan pada 19 Mei 2017 merupakan sebuah pekerjaan besar.

"Pemilu ini memperlihatkan kekuatan revolusi dan tingkat pengaruh sistem pemerintahan Islam di hati masyarakat, meskipun media-media dunia sama sekali tidak menyinggung perkara penting ini," tambahnya.

"Tuntutan terpenting masyarakat adalah mengatasi masalah ekonomi khususnya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup. Tidak ada keraguan bahwa jika semua bersatu, kita akan mampu mengatasi semua masalah," ujarnya.

Soal sanksi baru AS yang diterapkan pasca pemilu Iran, Ayatullah Khamenei menandaskan, dalam menghadapi permusuhan ini, iklim baru untuk kerjasama dan upaya untuk mencapai tujuan kolektif (kemajuan negara dan peningkatan posisi Republik Islam) harus diwujudkan dan semua pihak harus terlibat di dalamnya.

Menurut Rahbar, mengelola negara dengan benar pada tahap pertama, perlu menentukan parameter untuk pengambilan keputusan, dan langkah kedua, perlu memanfaatkan pengalaman selama 38 tahun.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyoroti cara yang dipakai oleh kekuatan-kekuatan arogan untuk memaksakan diktenya kepada pihak lain. Salah satu dari cara itu adalah mengejar kepentingannya dalam konteks 'norma-norma internasional'. Dengan cara ini, mereka menuding negara-negara independen dan penentang despotisme sebagai pelanggar norma internasional.

"Para pejabat Washington baru-baru ini dalam konteks norma internasional, memperkenalkan Iran sebagai perusak stabilitas di Timur Tengah. Dalam merespon tuduhan ini, kita pertama-tama harus bertanya, 'apa kaitannya kalian dengan Timur Tengah? Dan kedua, 'pemicu instabilitas regional adalah kalian dan para kaki tangan kalian,'" tegasnya.

Ayatullah Khamenei kemudian menyinggung peran AS dalam menciptakan Daesh serta menyediakan dukungan militer dan logistik kepada kelompok tersebut. Menurutnya, klaim pembentukan koalisi anti-Daesh adalah sebuah kebohongan, AS tentu saja menentang Daesh yang tidak bisa dikontrol.

Mengenai masalah Iran dan Amerika, Rahbar mengatakan, ada banyak perkara dengan AS yang benar-benar tidak bisa dipecahkan, karena masalah AS dengan kita bukan karena isu-isu seperti, energi nuklir dan hak asasi manusia, tapi masalah mereka adalah prinsip Republik Islam. (RM)