Boroujerdi: Front Muqawama Kacaukan Perimbangan AS dan Sekutunya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41654-boroujerdi_front_muqawama_kacaukan_perimbangan_as_dan_sekutunya
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, poros Muqawama telah berubah menjadi front yang tak terkalahkan dalam menghadapi rezim penjajah al-Quds dan mengacaukan perimbangan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jul 26, 2017 00:21 Asia/Jakarta
  • Alaeddin Boroujerdi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen RII
    Alaeddin Boroujerdi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen RII

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, poros Muqawama telah berubah menjadi front yang tak terkalahkan dalam menghadapi rezim penjajah al-Quds dan mengacaukan perimbangan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.

Alaeddin Boroujerdi mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Mohammad Raad, Ketua Fraksi "Loyalis kepada Muqawama" Parlemen Lebanon di Tehran, ibukota Iran, Selasa (25/7/2017).

"Republik Islam Iran memiliki penekanan khusus pada peningkatan posisi umat Islam dalam hubungan internasional dan regional serta menjaga persatuan bangsa-bangsa Muslim dalam menghadapi musuh," imbuhnya.

Boroujerdi juga mengucapkan selamat atas kemenangan terbaru Hizbullah di distrik Arsal dan menegaskan pentingnya kelanjutan konsultasi dan dialog di antara para pejabat politik dan parlemen Iran dan Lebanon.

Kawasan perbukitan al-Qalamoun barat di wilayah Suriah dan perbukitan Arsal di wilayah Lebanon adalah daerah yang saling terhubung, di mana selama tiga tahun terakhir, kelompok-kelompok teroris khususnya Front al-Nusra aktif di arena ini.

Operasi pembebasan dua wilayah tersebut oleh militer  dan pasukan Hizbullah Lebanon dimulai pada Jumat, 21 Juli 2017.

Selama tiga hari operasi, 70 persen wilayah yang diduduki teroris berhasil dibebaskan, dan pada Senin, 24 Juli 2017, distrik Wadi al-Khail yang menjadi pusat komando teroris Front al-Nusra juga berhasil dikontrol pasukan Hizbullah.

Sementara itu, Ketua Fraksi "Loyalis kepada Muqawama" Parlemen Lebanon mengapresiasi dukungan Iran kepada pemerintah dan rakyat Lebanon serta kepada poros Muqawama.

"Republik Islam Iran selalu menjadi pendukung sebenarnya bagi bangsa-bangsa tertindas di dunia," kata Mohammad Raad.

Ia lebih lanjut mengkritik langkah sejumlah negara di kawasan yang melemahkan garis Muqawama dalam melawan rezim Zionis Israel dan para sponsornya.

"Kebijakan Arab Saudi dan sekutu regionalnya adalah melemahkan poros Muqawama dan menciptakan keretakan di antara negara-negara Muslim demi memajukan tujuan-tujuan rezim Zionis (Israel)," pungkasnya. (RA)