Mimpi Trump untuk Mengucilkan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i42372-mimpi_trump_untuk_mengucilkan_iran
Situs berita Amerika Serikat, Bloomberg dalam laporannya bertajuk "Mimpi Trump untuk Mengucilkan Iran" menulis, Donald Trump berusaha merusak kesepakatan nuklir Iran, JCPOA dan menutup secara mendadak investasi di negara itu.
(last modified 2026-05-05T17:11:04+00:00 )
Aug 07, 2017 13:58 Asia/Jakarta

Situs berita Amerika Serikat, Bloomberg dalam laporannya bertajuk "Mimpi Trump untuk Mengucilkan Iran" menulis, Donald Trump berusaha merusak kesepakatan nuklir Iran, JCPOA dan menutup secara mendadak investasi di negara itu.

Banyak analis percaya, kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani pada Juli 2015, enam bulan setelah naiknya Donald Trump ke kursi Presiden Amerika Serikat, saat ini tengah menghadapi masalah.

Rusia, Cina dan Uni Eropa menolak untuk membuka kembali perundingan isi kesepakatan nuklir Iran, JCPOA yang diraih dengan susah payah. Sementara Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di acara pelantikan Presiden Iran, Hassan Rouhani, 5 Agustus 2017 lalu, mengumumkan pembelaannya terhadap JCPOA.

Di sisi lain, Donald Trump mencoba menyimpangkan realitas dan menyampaikan klaim-klaim tidak relevan terkait kesepakatan nuklir Iran. Ia berusaha menggagalkan kesepakatan nuklir Iran dengan mencoba mengembalikan perundingan dan menciptakan kemunduran.

Kantor berita Associated Press, sehubungan dengan hal ini menulis, Amerika bermaksud melakukan inspeksi lebih dalam terhadap situs-situs militer Iran yang diduga melakukan gerakan mencurigakan. Akan tetapi Washington kesulitan merekonstruksi koalisi internasional untuk menekan Tehran.

Sikap Iran soal senjata nuklir sejak awal, jelas dan pasca dikeluarkannya resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB yang mengesahkan JCPOA, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan, Iran menganggap pemusnahan total senjata nuklir sebagai sebuah keharusan bagi keamanan global dan sebuah kewajiban yang sejalan dengan traktat pelarangan perluasan senjata nuklir, NPT. Iran juga mendesak dibukanya zona-zona bebas senjata nuklir terutama di Timur Tengah.

Jelas bahwa program rudal Iran juga berada dalam kerangka langkah pertahanan yang lumrah dilakukan setiap negara, dan Iran tidak akan pernah merundingkan kemampuan pertahanannya. Oleh karena itu, manuver yang dilakukan Trump untuk melanggar kesepakatan nuklir Iran, sebagaimana dikatakan Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran, seperti perahu yang membentur karang.

Menurut laporan Bloomberg, aksi-aksi sabotase Trump dalam kesepakatan nuklir Iran sekarang telah menciptakan situasi kondusif bagi pesaing-pesaing Amerika di Iran, dan perusahaan-perusahaan minyak Amerika adalah pecundang terbesar dalam kesepakatan ini.

Terlepas dari masalah di atas, poin penting yang disampaikan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar di acara pelantikan Presiden Hassan Rouhani adalah penegasan atas realitas ini, bahwa sekalipun sanksi telah menimbulkan masalah, tapi pada saat yang sama telah meningkatkan perhatian kami pada kapasitas dan kemampuan dalam negeri. Oleh karena itu, hari ini bertolak belakang dengan keinginan musuh, Iran lebih kuat dan kokoh dibanding tahun-tahun pertama revolusi.

Rahbar menjelaskan, empat dekade pengalaman berkecimpung di kancah internasional membuktikan bahwa biaya untuk menyerah di hadapan kekuatan kubu penindas, lebih besar dibanding biaya melakukan perlawanan terhadap mereka. (HS)