Iran: Masyarakat Internasional harus Dukung Integritas Teritorial Irak
-
Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Ketua Parlemen RII untuk Urusan Internasional (kanan) dan Jan Kubis, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Irak.
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, masyarakat internasional harus mendukung pemerintah dan rakyat Irak serta integritas teritorial negara ini.
Hossein Amir-Abdollahian mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Jan Kubis, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak, di Tehran, ibukota Iran, Senin (7/8/2017).
"Republik Islam Iran akan melanjutkan dukungan komprehensifnya kepada Irak di jalur stabilitas dan keamanan negara ini dan kawasan," imbuhnya.
Ia menegaskan, Iran menentang pembagian wilayah Irak dan negara-negara dunia Islam serta kawasan.
"Republik Islam Iran menginginkan kehidupan yang damai bagi rakyat Irak, baik itu Sunni, Syiah, Kurdi dan Turkmen dalam suasana penuh dengan perdamaian, stabilitas dan keamanan," jelasnya.
Amir-Abdollahian menilai persatuan nasional Irak dalam kondisi saat ini sebagai prioritas penting bagi Iran.
Ia mengatakan, rencana referendum wilayah Kurdistan Irak dan tindakan interventif asing tidak seharusnya menghalangi terwujudnya Irak yang stabil di periode pasca adanya kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di kawasan.
Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran itu menegaskan, PBB harus menjelaskan posisinya dengan transparan dan lebih kuat untuk membantu kembalinya Irak ke posisi penting negara ini di kawasan dan peran aktifnya dalam membantu menyelesaikan krisis-krisis regional.
Sementara itu, Jan Kubis mengatakan, PBB telah menyerukan bantuan kepada pemerintah Irak, dan dalam posisi umum dengan Iran, PBB juga meyakini bahwa semua etnis dan mazhab di Irak baik itu Kurdi, Turkmen, Syiah dan Sunni harus hidup rukun berdampingan dalam keamanan dan perdamaian.
Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Irak menyebut peran Iran di semua tahap bantuan ekonomi, dukungan politik dan pemberantasan Daesh di Irak sebagai penting. (RA)