Protes Iran atas Standar Ganda Uni Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i42430-protes_iran_atas_standar_ganda_uni_eropa
Roket pembawa satelit Iran, Simorgh pada 27 Juli 2017 lalu diluncurkan dari Pangkalan Antariksa Nasional Imam Khomeini di Tehran dengan sukses. Namun keberhasilan Iran ini justru mendapat reaksi negatif dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.
(last modified 2026-05-05T17:11:04+00:00 )
Aug 08, 2017 13:07 Asia/Jakarta

Roket pembawa satelit Iran, Simorgh pada 27 Juli 2017 lalu diluncurkan dari Pangkalan Antariksa Nasional Imam Khomeini di Tehran dengan sukses. Namun keberhasilan Iran ini justru mendapat reaksi negatif dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Kamal Kharazi, Kepala Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Iran, Senin (7/8) dalam wawancara dengan IRIB mengabarkan pertemuannya dengan Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di Tehran. Ia mengatakan, ketika disampaikan kepada Mogherini, sungguh tidak bisa diterima, tiga negara Eropa mendukung Amerika mengeluarkan statemen anti-Iran dan menganggap peluncuran roket satelit Simogrh melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa itu tidak bisa menjawab.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya dalam pertemuan dengan Mogherini menyinggung uji coba rudal dan peluncuran roket satelit Simorgh yang tidak melanggar resolusi 2231 DK PBB. Zairf memprotes statemen tiga negara Eropa yang diumumkan bersamaan dengan statemen pemerintah Amerika, dan menyebutnya sebagai langkah keliru.

Hubungan Iran dan Uni Eropa bergerak dari era dialog dialektis, memasuki era interaksi ekonomi, regional dan internasional. Akan tetapi sikap seperti itu sebenarnya ditunjukkan Uni Eropa dengan motif politik, karenanya mengandung banyak kerancuan.

Di 10 tahun pertama sanksi, hubungan Iran dengan Uni Eropa, meski memiliki latar belakang positif, mengalami gangguan serius. Mogherini sebagai Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengakui bahwa Uni Eropa tidak semestinya mengekor Amerika dan mengikuti kebijakan-kebijakan sepihak Gedung Putih, demi kepentingan pribadinya. Dalam salah satu statemennya, Mogherini meminta seluruh anggota Kelompok 5+1 untuk mengimplementasikan sepenuhnya kesepakatan nuklir Iran, JCPOA.

Tidak diragukan bahwa transparansi sikap Uni Eropa dan rasa tanggung jawabnya mendukung JCPOA adalah hal yang penting. Namun yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana Uni Eropa yang bersikap seolah-olah khawatir dengan gerakan ilmu antariksa di Iran dan dukungannya atas Amerika, bisa bertahan dari tekanan-tekanan Washington.

Majalah Amerika, Foreign Policy dalam salah satu artikelnya memprotes sikap Amerika dan Uni Eropa terkait Iran dan menulis, tidak seperti klaim sebagian pihak yang menolak kesepakatan nuklir, peluncuran roket pembawa satelit Iran tidak melanggar JCPOA. Dalam resolusi 2231 DK PBB yang merupakan pelaksana kesepakatan itu, Iran hanya diminta, sebatas usulan diplomatik, untuk menghindari aktivitas-aktivitas terkait pengembangan rudal-rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Foreign Policy menambahkan, akan tetapi tim Donald Trump tanpa menjawab terlebih dahulu apakah peluncuran roket satelit ke ruang angkasa adalah hal yang legal atau tidak, berusaha menggambarkan uji coba rudal di Iran yang dilakukan untuk keperluan ilmu pengetahuan dan antariksa, adalah ancaman, dan mereka mencoba mencari dalih untuk merusak kesepakatan nuklir Iran yang disebut Trump, kesepakatan terburuk di masa ini. (HS)