Bahrain dan Pengulangan Klaim Anti Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i43410-bahrain_dan_pengulangan_klaim_anti_iran
Bahrain sejak 14 Februari 2011 dilanda protes rakyat menentang pemerintah berkuasa. Tak diragukan lagi berlanjutnya kondisi ini tentunya tidak menyenangkan, namun tudingan terhadap pihak lain tidak akan mampu mengubah bentuk masalah sebenarnya dan mendakwa negara-negara tetangga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas instabilitas Bahrain.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Aug 26, 2017 14:28 Asia/Jakarta

Bahrain sejak 14 Februari 2011 dilanda protes rakyat menentang pemerintah berkuasa. Tak diragukan lagi berlanjutnya kondisi ini tentunya tidak menyenangkan, namun tudingan terhadap pihak lain tidak akan mampu mengubah bentuk masalah sebenarnya dan mendakwa negara-negara tetangga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas instabilitas Bahrain.

Juru bicara Deplu Iran, Bahram Qassemi hari Jumat (25/8) seraya menepis klaim terbaru anti Tehran rezim Al Khalifa, menyarankan penguasa Manama mengakhiri aksi penumpasan, penyiksaan dan upaya menyelewengkan protes damai warga. Qassemi juga merekomendasikan rezim Al Khalifa untuk meninggalkan upaya gagal memanfaatkan pasukan asing menumpas protes damai warganya dan mengajak rezim ini menyelesaikan friksi mereka dengan warga melalui dialog, interaksi dan rekonsiliasi.

Bahrain tidak dapat keluar dari kebuntuannya saat ini dengan menuding Iran sebagai pemicu kondisi internalnya. Realitanya adalah Manama untuk saat ini terlilit kebijakan intervensi Arab Saudi. Sama seperti Qatar yang menjadi korban kesalahan masa lalunya dengan mengamini Arab Saudi, Bahrain kini juga bergerak di poros ini dan dengan anggapan kelirunya mampu terbebas dari kendala dalam negeri dengan melemparkan bola ke Iran.

Melalui pendekatan seperti inilah petinggi Bahrain menuding Republik Islam Iran mencampuri urusan internal Manama dan berusaha mendiktekan pandangan keliru tersebut kepada pihak lain. Namun begitu, agitasi ini ternyata tidak mampu meredam tuntutan warga.

Sheikh Salman, sekjen al-Wefaq Bahrain terkait hal ini mengatakan, "Solusi politik dan pemenuhan tuntutan bangsa Bahrain tidak dapat dihindari dan setiap penundaan di solusi ini membuat Manama mengeluarkan biaya lebih besar."

Kendala yang dialami Bahrain merupakan buah dari pendekatan keamanan rezim Al Khalifa dalam menyikapi protes damai warga dan rezim Manama tidak mampu menghapus inti permasalahan yang dihadapinya dengan menebar agitas kepada pihak lain.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat bertemu dengan pejabat pemerintah dan para duta besar dari berbagai negara Islam pada Juli tahun lalu secara transparan menyatakan, "Kami tidak mengintervensi urusan internal Bahrain dan tidak akan melakukannya. Tapi begitu kami memiliki nasehat dan ini yang kami lakukan. Di Bahrain ada sengketa politik, mereka tengah berupaya menjadikan sengketa ini sebuah perang saudara. Jika mereka sadar, jika mereka memiliki kebijaksanaan, jika mereka memiliki kecerdasan politik, maka jangan lakukan hal ini..."

Lebih lanjut Rahbar menandaskan, "....Di setiap negara, oposisi dan pertentangan politik sebuah keniscayaan. Mengapa mereka harus memaksa rakyat saling mencakar dan warga saling bermusuhan? Ini adalah kesalahan yang sangat disayangkan dapat kita saksikan di sejumlah negara-negara Islam." (MF)