Sisi Politik, Sosial Dan Jihad Kehidupan Fathimah Zahra as
https://parstoday.ir/id/news/iran-i44997-sisi_politik_sosial_dan_jihad_kehidupan_fathimah_zahra_as
Kepribadian Zahra as dari sisi politik, sosial dan jihad, merupakan kepribadian yang istimewa dan hebat, sehingga semua wanita pejuang dan revolusioner yang hebat dan politik dunia bisa mengambil pelajaran dari kehidupannya yang singkat dan penuh makna.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Sep 27, 2017 11:23 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei

Kepribadian Zahra as dari sisi politik, sosial dan jihad, merupakan kepribadian yang istimewa dan hebat, sehingga semua wanita pejuang dan revolusioner yang hebat dan politik dunia bisa mengambil pelajaran dari kehidupannya yang singkat dan penuh makna.

Seorang wanita yang lahir di rumah revolusi dan seluruh masa kanak-kanaknya dilalui di pangkuan ayahnya sebagai seorang pejuang besar dunia yang tak bisa dilupakan. Seorang wanita yang di masa kanak-kanak merasakan sulitnya perjuangan pada periode Mekah, dia dia bawa ke Sye’eb Abu Thalib, merasakan kelaparan, kesulitan, ketakutan dan berbagai ragam kesulitan di masa perjuangan Mekah. Kemudian berhijrah ke Madinah, dia menjadi istri seorang lelaki yang seluruh kehidupannya adalah berjuang di jalan Allah. Dalam seluruh kehidupan rumah tangganya Fathimah Zahra dengan Amirul Mukminin  as selama sekitar sebelas tahun, tidak pernah satu tahun saja bahkan setengah tahun saja tanpa berjuang di jalan Allah dan tidak pergi ke medan perang demikian juga dengan wanita besar dan penuh pengorbanan ini yang menjadi istri yang baik bagi seorang lelaki pejuang, seorang pasukan dan komandan medan perang. Dengan demikian, meski kehidupan Fathimah Zahra as pendek dan tidak sampai dua puluh tahun, namun kehidupan ini dari sisi jihad dan perjuangan, usaha dan kerja revolusi dan kesabaran revolusi, belajar dan mengajar kepada yang ini dan yang itu, pidato dan membela kenabian, keimamahan dan pemerintahan Islam adalah lautan yang luas dengan usaha, perjuangan dan kerja dan akhirnya adalah syahadah. Kehidupan jihad Fathimah Zahra as yang sangat besar, luar biasa dan pada hakikatnya adalah tidak ada duanya, dan pasti di dalam pikiran manusia, baik sekarang maupun yang akan datang adalah satu titik terang dan istimewa. (dalam pertemuan bersama para wanita negara, 26/10/1368)

Wanita Pejuang Di Mekah Dan Madinah

Di masa sulit dan tertekan, ketika saat itu belum ada sebuah pemerintahan. Fathimah Zahra as adalah salah seorang pejuang, dia adalah anak perempuan pejuang Mekah. Ada perselisihan pendapat tentang usia Fathimah Zahra as ketika berhijrah; sebagian menilai usia beliau sembilan tahun, paling tidak delapan tahun, misalnya Sembilan tahun dan sebagian menilainya lebih besar dari ini yaitu beliau berusia lima belas, empat belas tahun saat hijrahnya Rasulullah Saw dari Mekah ke Madinah. Ini adalah perannya di Mekah. Kemudian di Madinah sebagai putri pemimpin Muslimin dan semua mata tertuju kepadanya, kehidupan Fathimah Zahra as adalah sebuah kehidupan yang luar biasa menarik dan penuh dengan pelajaran. Qonaah Fathimah Zahra as, akan memiliki makna dan nilai sebagaimana qonaah dalam hubungan ini. (seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat, di universitas Tarbiat Moallem, 10/12/1364)

Berjuang Dan Berusaha Di Jalan Allah

Usianya yang pendek dan penuh berkah dilewatinya dengan berjuang dan berusaha di jalan Allah. Di usia muda, dia sebagai wanita terbaik dalam sejarah manusia. Hal ini tidak akan terjadi kecuali berkat perjuangan dan usaha dan bekerja untuk Allah dan meninggalkan kelezatan dunia dan mengenal kebenaran. Dengan segala kekuatan dia mencari hal itu. (dalam khutbah salat Jumat, 11/10/1366)

Tokoh Utama Dalam Semua Kancah Revolusi Islam

Fathimah Zahra as hidup di dunia hanya delapan belas tahun, atau tidak lebih dari dua puluh tahun. Selama masa muda beliau yang singkat ini betapa banyak pelajaran dan kejadian yang penuh pelajaran dan ilham dimana masing-masing darinya memerlukan penjelasan secara terpisah. Fathimah Zahra as selama hidupnya merupakan salah seorang tokoh utama yang hadir dalam kancah Revolusi Islam. Sebagai seorang wanita derajat pertama Islam, Fathimah Zahra as tidak pernah absen dari satupun masalah yang penting di masa bi’tsah, risalah, dan pasca hijrah yang terjadi pada umat Islam dan beliau memiliki peran dalam semua kejadian itu.

---

Dalam cobaan yang sangat sulit sepeninggal Rasulullah Saw, Fathimah Zahra as juga muncul sebagai pribadi derajat pertama dalam kejadian itu. (dalam khutbah salat Jumat Tehran, 4/11/1364)

Detil Dalam Perintah Allah

Wanita yang memiliki semua keistimewaan alama ini, punya posisi, dalam amal sebagai pengajar, pejuang dan penuh pengorbanan. Seorang manusia yang melihat dengan mata penghinaan, bahkan menghina kelezatan, syahwat dan keinginan dunia. Tidak terjadi kesalahan dan ketergelinciran padanya. Dari sisi menjaga hijab sebagaimana yang ditetapkan untuk wanita dalam Islam, beliau menjaga dirinya dan memakai hijabnya saat seorang lelaki buta yang datang menemui Rasulullah Saw. Ketika dikatakan kepadanya, orang ini buta, beliau mengatakan, iya, tapi saya melihat. Sejauh ini beliau menjaga iffah [kehormatan diri] dan hijab Islam wanita, sejauh ini beliau menjaga dan teliti. (dalam pertemuan dengan para wanita negara, 21/12/1363)

Mempertahankan Islam, Imamah Dan Wilayah

Perjuangan beliau di berbagai medan, adalah perjuangan teladan. Dalam mempertahankan Islam, dalam mempertahankan imamah dan wilayah, dalam mendukung Rasulullah Saw, dalam melayani komandan Islam yang paling tinggi yakni Amirul Mukminin as yang merupakan suaminya. (dalam pertemuan dengan para wanita, 25/9/1371)

Sebagai Pejuang Terdepan Sepeninggal Rasulullah Saw

Tidak diragukan bahwa sepeninggal Rasulullah Saw ada orang-orang yang berusaha dan pemukanya adalah Fathimah Zahra as.

Sejak hari pertama dalam kejadian rumah dan dibakarnya pintu rumah, beliau terluka dan kemudian pada saat yang sama beliau tetap melanjutkan perjuangannya dan pergi ke masjid dan berpidato dan masuk dalam pemikiran dan harapan umat Islam masa itu. Putri Rasulullah Saw, adalah seorang wanita muda berusia delapan belas tahun, berada di masjid di hadapan banyak orang Anshar dan Muhajirin. Pidato menakjubkan itu disampaikan kata demi kata, tercatat dan ada dalam sejarah kita. (seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat, di universitas Tarbiat Moallem, 10/12/1364) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami.