Rouhani: Setiap Perubahan Batas Geografis Akan Meningkatkan Instabilitas
-
Hassan Rouhani dan Hulusi Akar
Presiden Iran Hassan Rouhani menekankan pentingnya untuk memperkuat pemerintah pusat di Suriah dan Irak, dan mengatakan bahwa setiap perubahan batas geografis akan menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan di seluruh kawasan.
Rouhani mengemukakan hal itu dalam sebuah pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, Hulusi Akar di Tehran pada Senin (2/10/2017).
Menekankan pentingnya memperkuat pemerintah pusat di Suriah dan Irak untuk menjaga integritas teritorial dua negara, memfasilitasi perang melawan teror dan mencegah perubahan di perbatasan geografis, Rouhani mengatakan, "Setiap perubahan batas geografis akan menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan yang akan menyebar di seluruh wilayah ini."
Ditambahkannya bahwa perang melawan terorisme dan penjagaan perbatasan geografis di wilayah tersebut merupakan tujuan terpenting yang ingin dicapai Iran dan Turki melalui pengembangan kerja sama dan hubungan bilateral.
Rouhani menekankan bahwa Iran dan Turki, sebagai dua negara penting dan pilar stabilitas di kawasan ini, dapat memainkan peran urgen dalam menyelesaikan masalah regional jika keduanya kompak.
Menyinggung terorisme, ketidakamanan dan ketidakstabilan sebagai ancaman kolektif yang dihadapi Iran dan Turki di kawasan, Rouhani mengatakan, "Untuk menghapus ancaman ini dan sejalan dengan kepentingan bersama [kedua negara], hubungan dan kerja sama komprehensif harus ditingkatkan lebih jauh antara Tehran dan Ankara."
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran dan Turki dapat membangun hubungan yang konstruktif dalam mengantisipasi ancaman regional melalui perluasan kerja sama dan pertukaran pengalaman.
Sementara itu di lain pihak, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki mengatakan, negaranya menghormati integritas teritorial semua negara regional, termasuk Suriah dan Irak, dan menyatakan kesiapan Ankara untuk meningkatkan kerja sama dengan Iran dalam perang melawan terorisme.
Akar tiba di Tehran pada hari Ahad malam (1/10/2017) atas undangan mitranya dari Iran Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, yang mengunjungi Ankara pada pertengahan Agustus lalu.(MZ)