Zarif: Nyaris Semua Negara Percaya JCPOA Tidak Dapat Dirundingkan Ulang
-
Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, hampir semua negara, termasuk Kelompok 5+1 dan Uni Eropa, meyakini bahwa kesepakatan nuklir bersejarah yang dicapai Iran dengan enam kekuatan dunia pada tahun 2015 tidak dapat dinegosiasi ulang.
Hal itu dikemukakan Zarif setibanya di Muscat pada Senin (2/10/2017), dalam kunjungannya ke Oman.
Ditambahkannya, "Hampir semua negara - termasuk Kelompok 5+1 dan Uni Eropa serta anggota masyarakat internasional lainnya - mendukung urgensi menghormati JCPOA Rencana Aksi Bersama Komprehensif serta sebuah kebijakan yang tidak dapat dirundingkan kembali."
"Kami telah berulang kali mengumumkan bahwa Republik Islam Iran memiliki banyak opsi [jika JCPOA dilanggar]. Kami lebih suka semua pihak mengamati JCPOA dan Iran tidak akan menjadi negara pertama yang melanggar JCPOA," tuturnya.
Menyinggung dialognya dengan presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York beberapa waktu lalu dan mengatakan, Miroslav Lajčák telah mengatakan bahwa lebih dari 190 pidato yang disampaikan pada sesi tahunan lembaga internasional ini mendukung JCPOA dan sebagai kesepakatan yang tidak bisa dinegosiasikan ulang.
Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina - ditambah Jerman menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA pada 14 Juli 2015 dan mulai diberlakukan pada 16 Januari 2016.
Di bawah JCPOA, Iran bersedia membatasi program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Tehran.
Namun pada tanggal 19 September, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB menilai JCPOA, sebagai kesepakatan terburuk dan memalukan bagi Washington. Dia juga menuntut pembatalan atau perundingan ulang JCPOA.(MZ)