Jubir Angkatan Bersenjata Iran Peringatkan AS
-
Brigjen Sayid Masoud Jazayeri, Jubir Angkatan Bersenjata RII.
Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, para pejabat Amerika Serikat harus berhati-hati dengan perilaku mereka di kawasan, terutama di Teluk Persia, sebab, jika mereka ingin berbuat serakah, maka Iran akan menindaknya.
Brigadir Jenderal Sayid Masoud Jazayeri mengatakan hal itu dalam wawancara dengan televisi Alalam, Senin (16/10/2017) ketika mereaksi pernyataan anti-Iran yang dilontarkan oleh Donald Trump, Presiden AS.
"Strategi AS untuk menciptakan Timur Tengah Besar di kawasan telah gagal. Para pejabat negara ini dalam menghadapi Revolusi Islam Iran tidak mengalami hal lain kecuali kegagalan," imbuhnya.
Brigjen Jazayeri menilai doktrin politik dan pertahanan Iran adalah membangun dan memperkuat internal pemerintahan Islam.
"Menyusul meningkatnya tekanan AS, bantuan Republik Islam Iran kepada Front Muqawama dan rakyat tertindas dunia akan semakin bertambah," tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa industri pertahanan Iran tidak akan dirundingkan meskipun ada berbagai ancaman dari Barat.
"Republik Islam Iran tidak akan pernah menempatkan kemampuan militer dan pertahanannya di bawah pengaruh perundingan dan transaksi diplomatik," tegasnya.
Jubir senior Angkatan Bersenjata Iran juga mengabarkan bahwa Iran telah memiliki teknologi terbaru di sektor rudal.
"Inspeksi terhadap pusat-pusat militer merupakan bagian dari garis merah Republik Islam Iran, dan negara-negara Barat tidak akan bernegosiasi dengan Republik Islam dalam hal ini," jelasnya.
Di bagian lain pernyataannya, Brigjen Jazayeri mengatakan bahwa Iran akan melanjutkan setiap bantuan untuk menjaga persatuan dan integrasi rakyat Irak.
"Pembagian wilayah Irak akan merugikan penduduk Kurdi di negara ini dan menguntungkan AS dan rezim Zionis (Israel)," pungkasnya. (RA)