Brigjen Sharif: Sanksi terhadap IRGC, Reaksi Kegagalan AS di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46635-brigjen_sharif_sanksi_terhadap_irgc_reaksi_kegagalan_as_di_kawasan
Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengatakan, tidak akan ada ganggunan apapun dalam kemajuan pertahanan Iran dan langkah-langkah terbaru Amerika Serikat yang mengembargo Pasdaran merupakan reaksi atas kegagalan-kegagalan mereka di kawasan.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Nov 08, 2017 13:55 Asia/Jakarta
  • Brigjen Ramadhan Sharif, Jubir IRGC.
    Brigjen Ramadhan Sharif, Jubir IRGC.

Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengatakan, tidak akan ada ganggunan apapun dalam kemajuan pertahanan Iran dan langkah-langkah terbaru Amerika Serikat yang mengembargo Pasdaran merupakan reaksi atas kegagalan-kegagalan mereka di kawasan.

Brigadir Jenderal Ramadan Sharif menegaskan hal itu pada Rabu (8/11/2017) ketika menyinggung peningkatan upaya AS untuk menekan rakyat Iran.

Donal Trump, Presiden AS pada 13 Oktober 2017 mengklaim bahwa Iran mendukung terorisme. Oleh karena itu, AS memasukkan Pasdaran (IRGC) ke dalam daftar sanksi baru. Langkah ini diambil Trump setelah Pasdaran memainkan peran mendasar dalam menumpas kelompok-kelompok teroris takfiri dukungan AS dan sekutunya di Suriah dan Irak.

"… perilaku Presiden AS yang menyebut rakyat Repulik Islam Iran di podium internasional sebagai teroris menunjukkan bahwa mereka memiliki kebencian dan dendam yang mendalam terhadap rakyat negara ini," imbuhnya.

Ia menjelaskan, AS telah banyak "berinvestasi" pada kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) untuk membagi negara-negara Muslim demi memberikan keamaan yang berkelanjutan bagi rezim Zionis Israel, namun kewaspadaan bangsa-bangsa di kawasan telah membuat konspirasi tersebut gagal.

Menurut Brigjen Sharif, perlindungan atas keamanan rezim Zionis, pasokan energi yang murah dan pencegahan atas meluasnya wacana Revolusi Islam merupakan tiga prinsip kebijakan AS di kawasan.

"Semua ancaman dan rencana AS untuk kawasan hingga sekarang telah berubah menjadi peluang bagi Republik Islam Iran," ujarnya.

Jubir pasukan Pasdaran menegaskan, rencana untuk menciptaan keamanan bagi rezim Zionis terancam akibat kekalahan kelompok teroris takfiri Daesh.

"Kemenangan militer dan rakyat Irak dan Suriah, Hizbullah Lebanon dan pasukan rakyat di wilayah Palestina yang diduduki, akan mengancam masa depan rezim Zionis, di mana hal inilah yang membuat marah AS terhadap Republik Islam Iran," pungkasnya. (RA)