Khoshroo: IAEA, Rujukan Tunggal untuk Verifikasi Aktivitas Nuklir Iran
-
Gholamali Khoshroo, Dubes RII untuk PBB.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB mengatakan, pemerintah Tehran dan masyarakat internasional menilai laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai satu-satunya rujukan untuk verifikasi aktivitas nuklir Iran.
Gholamali Khoshroo menegaskan hal itu dalam wawancara dengan IRNA, Sabtu (11/11/2017) ketika menyinggung penegaskan kembali IAEA tentang komitmen Iran terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama).
"Berdasarkan laporan teknis dan ilmiah IAEA, Republik Islam Iran mematuhi kewajibannya dalam JCPOA dan memajukan berbagai hal yang terkait masalah itu dengan transparansi dan kerjasama dengan IAEA," imbuhnya.
Ia juga menegaskan kelanjutan kerjasama dengan IAEA, dan mengatakan, Iran tidak akan menjadi negara pertama yang keluar dari JCPOA, namun Tehran tidak akan mentolerir keluarnya setiap negara secara sepihak dari perjanjian nuklir ini.
Khoshroo menuturkan, langkah dan aktivitas Eropa, Cina, Rusia dan negara-negara lain untuk memperkuat JCPOA adalah penting.
"Sebagai hasil dari posisi tunggal tersebut, Amerika Serikat harus mematuhi komitmen-komitmennya terkait hal itu," tegasnya.
Sementara itu, Khoshroo dalam sidang Majelis Umum PBB untuk membahas laporan tahunan IAEA pada Jumat, mengatakan, JCPOA sebagai bagian dari resolusi Dewan Keamanan PBB tidak bisa dinegosiasikan kembali dan juga tidak bisa dibatalkan secara sepihak, oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam perjanjian ini harus melaksanakan semua kewajibannya dan menghindari langkah yang bertentangan dengan JCPOA.
Yukiya Amano, Direktur Jenderal IAEA dalam sidang Majelis Umum PBB pada Jumat, menyampaikan laporan tahunan badan atom dunia ini dan menegaskan kembali komitmen Iran terhadap JCPOA yang dilaksanakan dalam pengawasan ketat IAEA. (RA)