JCPOA Tak Bisa Dinegosiasikan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46722-jcpoa_tak_bisa_dinegosiasikan
Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gholamali Khoshroo menekankan, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai bagian dari resolusi Dewan Keamanan tidak dapat dinegosiasikan kembali dan tidak pula dapat dibatalkan secara sepihak. Oleh karena itu, seluruh pihak di JCPOA menurut Khoshroo harus melaksanakan komitmennya dan menghindari langkah-langkah yang bertentangan dengan kesepakatan nuklir tersebut.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Nov 11, 2017 15:55 Asia/Jakarta

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gholamali Khoshroo menekankan, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai bagian dari resolusi Dewan Keamanan tidak dapat dinegosiasikan kembali dan tidak pula dapat dibatalkan secara sepihak. Oleh karena itu, seluruh pihak di JCPOA menurut Khoshroo harus melaksanakan komitmennya dan menghindari langkah-langkah yang bertentangan dengan kesepakatan nuklir tersebut.

Khoshroo Jumat (10/11) di sidang Majelis Umum PBB yang digelar untuk membahas laporan tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) seraya mengkritik kebijakan Amerika menjelaskan, segala bentuk permintaan sepihak untuk menjadikan langkah membangun kepercayaan Iran sebagai langkah permanen bertentangan dengan prinsip dan tujuan JCPOA serta sepenuhnya tertolak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump seraya mengklaim Iran melanggar JCPOA dan menyebut kemampuan rudal Iran sebagai ancaman serta menuding Iran mengintervensi di kawasan pada 2 Agustus 2017, memberlakukan undang-undang CATSA. Undang-undang ini memberi mewajibkan pemerintah Amerika dalam tempo 90 hari setelah diberlakukannya undang-undang tersebut, menerapkan sanksi kepada Iran.

Wajar jika setiap langkah tersebut akan melemahkan JCPOA.

Dirjen IAEA, Yukiya Amano yang sampai saat ini dalam delapan laporannya pasca JCPOA membenarkan kerja sama penuh dan tanpa pelanggaran Iran dengan organisasi yang dipimpinnya, pada sidang hari Jumat Majelis Umum PBB kembali membenarkan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir.

Perwakilan Uni Eropa di PBB di sidang tersebut menekankan petingnya menjaga JCPOA dan meminta seluruh pihak menjalankan secara penuh komitmen mereka terhadap kesepakatan nuklir.

Duta besar Cina dan Jepang untuk PBB, Wu Haitao dan Koro Bessho juga mendukung pelaksanaan JCPOA.

Kebijakan Amerika sangat merusak bukan saja terkait JCPOA tapi di seluruh bidang. Sikap tersebut juga merugikan perdamaian dan keamanan global.

Kamal Kharazi, kepala dewan strategis hubungan luar negeri Iran terkait hal ini mengatakan, sikap Amerika menutup mata atas dukungan sejumlah negara Teluk Persia terhadap kelompok teroris mendorong kian maraknya teroris di kawasan Timur Tengah.

Ia menekankan, keamanan Eropa saat ini berhutang pada pengorbanan dan biaya materi serta manusiawi Republik Islam Iran dan sekutunya dalam memerangi kelompok teroris di Suriah dan Irak.

Sergei Mikheyev, kepala pusat strategi politik Rusia saat menganalisa perilaku Amerika mengatakan, Amerika hanya melancarkan kebijakan pengobaran tensi di kawasan untuk mempersiapkan lebih besar peluang intervensi di berbagai negara demi meraih kepentingan strategisnya, hegemoni dan supremasi geopolitiknya. Proses ini menjadi pendekatan abadi Washington.

Amerika memiliki permusuhan berat dengan Republik Islam Iran dan kini JCPOA serta kemampuan rudal Tehran termasuk dalam permusuhan ini. Kemampuan rudal Iran hanya bersifat defensif dan pastinya hal ini tidak dapat dinegosiasikan dengan pihak manapun atau dikaitkan dengan JCPOA. (MF)