Jawaban Tegas Iran untuk Presiden Perancis
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyesalkan komentar Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang mengatakan akan menindak tegas aktivitas regional dan program rudal Iran selama kunjungannya ke Uni Emirat Arab, Rabu lalu.
"Macron dan para pejabat Perancis lainnya mengetahui dengan baik bahwa tuduhan-tuduhan seperti itu terhadap Republik Islam Iran tidak sesuai dengan realitas transformasi di wilayah Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir," tegas Qasemi.
Dia meminta Paris untuk bersikap adil, realistis, dan berpandangan jauh ke depan dalam menilai perkembangan di Timur Tengah dan Teluk Persia. Menurutnya, sikap yang bertanggung jawab mengharuskan Perancis untuk meyakinkan sekutunya di Teluk Persia agar mengadopsi kebijakan dan pendekatan yang bijak dan tidak emosional.
Qasemi lebih lanjut menekankan bahwa kesepakatan nuklir Iran tidak dapat dinegosiasikan ulang, dan Paris sepenuhnya mengetahui pendirian Tehran bahwa urusan pertahanan Republik Islam tidak dapat dirundingkan.
Dalam menanggapi sikap inkonsistensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Uni Eropa memilih mengambil jarak dari Washington dalam banyak isu dan menolak gagasan untuk merundingkan ulang kesepakatan nuklir, yang dicapai antara Iran dan Kelompok 5+1.
Namun, ada indikasi bahwa beberapa negara Eropa berusaha mempertahankan kesepakatan tersebut demi kepentingan ekonomi dan mendukung implementasinya secara penuh, dan di sisi lain mereka mencoba memisahkan masalah kesepakatan nuklir dari isu rudal dan persoalan lain.
Tapi, Eropa tidak bisa secara bersamaan mendorong perundingan dengan Iran dengan dalih kekhawatiran di bidang keamanan, dan juga mengejar kepentingan ekonominya. Standar ganda ini tidak dapat diterima dalam hubungan dengan Tehran dan ia tidak punya tempat sama sekali.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya baru-baru ini, menyebut keikutsertaan Eropa dengan AS untuk menekan Iran dalam kebijakan regional dan program pertahanan rudalnya, tidak dapat diterima.
"Eropa harus menentang tindakan pemerintah AS, termasuk pelanggaran kesepakatan nuklir seperti sanksi yang diharapkan akan diumumkan oleh Kongres, dan tidak mengikuti sikap AS dalam isu-isu seperti kekuatan defensif dan kehadiran Iran di kawasan, sebab kami benar-benar tidak dapat menerima keikutsertaan Eropa dengan arogansi Amerika," tegas Ayatullah Khamenei.
Sikap tegas Iran adalah poin inti, yang ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Republik Islam Brigadir Jenderal Amir Hatami dalam wawancaranya kemarin. Ia mengatakan, "Selama beberapa pihak berbicara dengan bahasa ancaman dengan Iran, maka penguatan basis pertahanan Iran akan dilanjutkan dengan kekuatan."
Tidak ada keraguan bahwa Iran tidak akan pernah mengejar opsi senjata nuklir, tapi akan meningkatkan kemampuan pertahanannya sesuai dengan kombinasi dan jenis ancaman.
Perancis – sebagai sebuah negara independen – juga diharapkan memandang isu-isu dan perkembangan di kawasan secara realistis, dan perlu mencatat bahwa setiap ucapan yang bernada ancaman, mereka akan menemui kegagalan dalam kebijakannya.
Qasemi juga meminta pemimpin Perancis untuk mengeluarkan komentar anti-Iran hanya karena terpengaruh oleh hasutan dan provokasi beberapa negara di Teluk Persia. (RM)