Mengapa Iran Ditekan Mundur dari Suriah?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46828-mengapa_iran_ditekan_mundur_dari_suriah
Meski Republik Islam Iran selama ini dikenal sebagai negara pelopor perang melawan kelompok teroris Takfiri di Suriah, namun para sponsor fenomena buruk ini berusaha mempersiapkan peluang yang tepat untuk membersihkan kawasan dari keberadaan front muqawama. Hal ini dilakukan mereka seiring dengan kehancuran kelompok teroris serta dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali fenomena buruk ini di kawasan Asia Barat.
(last modified 2026-02-05T10:03:47+00:00 )
Nov 15, 2017 18:55 Asia/Jakarta

Meski Republik Islam Iran selama ini dikenal sebagai negara pelopor perang melawan kelompok teroris Takfiri di Suriah, namun para sponsor fenomena buruk ini berusaha mempersiapkan peluang yang tepat untuk membersihkan kawasan dari keberadaan front muqawama. Hal ini dilakukan mereka seiring dengan kehancuran kelompok teroris serta dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali fenomena buruk ini di kawasan Asia Barat.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson mengatakan, حasukan Iran baik itu Sepah Pasdaran atau kekuatan yang didukung Tehran harus meninggalkan Suriah dan kembali ke rumah mereka.

Menlu AS, Rex Tillerson

Mereaksi statemen ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menilai keberadaan Iran di Suriah legal dan ia menepis desas desus mengenai janji Moskow untuk menarik kekuatan Iran dari Suriah.

Iran, Rusia dan Turki selama perundingan Astana telah mengambil langkah-langkah positif untuk memulihkan stabilitas di Suriah dan jika tidak ada perundingan yang diprakarsai ketiga negara tersebut, kini Daesh tidak akan sangat lemah seperti saat ini.

Mereaksi kesuksesan perundingan ini yang diraih tanpa keterlibatan Barat atau Arab yang menjadi sponsor utama kelompok teroris, front teror di kawasan berusaha memperlemah front muqawama dan mengembalikan kelompok teroris k ke kawasan. Hal ini dilakukan dengan menekan kekuatan utama yang melawan Daesh, yakni Hizbullah Lebanon dan Sepah Pasdaran Iran (IRGC).

Statemen terkait penarikan pasukan pembela Haram dari Suriah terjadi ketika Republik Islam Iran hingga kini berulang kali menyatakan bahwa para penasehat militer mereka berada di Suriah dan atas permintaan Damaskus serta demo membantu warga negara ini melawan teroris.

Keterlibatan Tehran dengan mengirim para penasehat militernya ke Suriah jika atas permintaan Moskow atau Washington, maka wajar ketika akan keluar dari negara ini, Iran harus menunggu ijin mereka. Namun ketika negara independen seperti Iran memberi bantuan pertahanan tanpa tergantung pada negara-negara tersebut dan atas permintaan pemerintah sah sebuah negara serta kebutuhan rakyat di kawasan, dan siap memberi bantuan kepada negara tersebut, maka tidak seharusnya Iran menunggu ijin negara asing untuk mengakhiri bantuannya.

Mereka yang selama beberapa hari terakhir berbicara mengenai keluarnya Iran dari Suriah dengan dalih ancaman Daesh telah berakhir harus menjelaskan bahwa mengapa mereka tidak menghapus pangkalan militernya di kawasan dan mengapa meraka tidak mengakhiri kehadiran militernya di berbagai negara dunia?

Misalnya dengan berakhirnya aksi Taliban di Afghanistan, mengapa Amerika Serikat hingga kini tetap bercokol di negara ini dan mempertahankan pangakalan militernya. Bahkan Amerika malah menambah jumlah pasukannya di Afghanistan.

Jelas bahwa penekanan sejumlah negara kawasan dan pemain transregional untuk mengakhiri kehadiran Iran di Suriah adalah hasil dari ketakutan mereka akan pengaruh Iran di oponi publik dunia Islam.

Pengaruh ini terlihat jelas dengan pembentukan pasukan relawan rakyat di Irak dan Suriah serta Yaman. Dengan demikian wajar selama pasukan relawan rakyat ini eksis, Barat dan sekutunya di kawasan tidak akan pernah mampu mengancam keamanan dan stabilitas regional. (MF)