Ghasemi: Tidak Mengikuti Kebijakan Zionis, Solusi Krisis di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i47015-ghasemi_tidak_mengikuti_kebijakan_zionis_solusi_krisis_di_kawasan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menilai persoalan saat ini di kawasan sebagai akibat dari kebijakan keliru Arab Saudi.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Nov 20, 2017 23:56 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.
    Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menilai persoalan saat ini di kawasan sebagai akibat dari kebijakan keliru Arab Saudi.

Bahram Ghasemi mengatakan, solusi untuk persoalan ini adalah tidak mengikuti kebijakan rezim Zionis Israel, mengakhiri intimidasi, tidak membantu terorisme dan menerima tuntutan bangsa-bangsa dan pemerintahan regional.

Ia mengungkapkan hal itu dalam pernyataannya pada Senin (20/11/2017) ketika mereaksi pernyataan akhir pertemuan Liga Arab di Kairo, ibukota Mesir.

Jubir Kemlu Iran menambahkan, Arab Saudi –dalam melaksanakan kebijakan rezim Zionis untuk mengintensifkan perselisihan internal di kawasan dan mengalihkan bangsa-bangsa dan pemerintahan Islam dari kelanjutan pendudukan Palestina sebagai masalah utama umat Islam– telah berhasil mengeluarkan pernyataan bohong dan distorsi atas nama para menteri luar negeri negara-negara anggota Liga Arab melalui tekanan dan propaganda politik.

Ghasemi menjelaskan, untuk mencapai hasil dari pernyataan seperti ini, para pejabat Arab Saudi secepatnya akan mengakhiri serangan brutalnya terhadap rekan-rekan Arab mereka di Yaman, sehingga anak-anak, wanita dan warga sipil di negara ini tidak menjadi mangsa dari api kedengkian mereka.

"Republik Islam Iran meminta Arab Saudi untuk mengakhiri kebijakan tekanan terhadap Lebanon, Qatar dan semua kawasan, dan mengakhiri keberadaan pasukan di Bahrain sehingga rakyat negara ini bisa saling berdialog dan mencapai solusi damai untuk mengakhiri krisis yang terjadi," ujarnya.

Ghasemi menjelaskan bahwa kebijakan Iran didasarkan pada hubungan yang baik dengan negara-negara regional, memerangi perluasan terorisme, membantu menyelesaikan krisis dan memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Sayangnya upaya ini berbenturan dengan kebijakan Arab Saudi yang mengintensifkan perselisihan, konflik dan sabotase sehingga hasilnya yang sempurna menjadi tertunda," pungkasnya.

Sidang Liga Arab di Kairo.

Pertemuan luar biasa para menteri luar negeri negara-negara anggota liga Arab digelar di Kairo pada Minggu atas permintaan Arab Saudi.

Di akhir pertemuan yang tidak dihadiri oleh Menlu Qatar, Lebanon, Oman, Aljazair dan Irak itu, dirilis pernyataan yang berisi klaim-klaim tak berdasar dan berulang yang anti-Iran dan Hizbullah Lebanon. (RA)