Iran Khawatirkan Kesehatan Syeikh Isa Qassim
-
Syeikh Isa Qassim
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menunjukkan kekhawatiran atas memburuknya kondisi kesehatan Syeikh Isa Qasseim, ulama pejuang Bahrain dan memperingatkan dampak keterlambatan pengobatan beliau oleh pemerintah Manama.
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran, Rabu (29/11) kepada IRIB mengatakan, pejabat pemerintah Bahrain dengan menerapkan pembatasan ketat dan melanjutkan tahanan rumah atas Syeikh Isa Qassim, telah mempersulit akses beliau untuk mendapatkan pengobatan dan medis terpercaya.
Qasemi menekankan bahwa berlanjutnya pendekatan keamanan pejabat Bahrain justru akan semakin memperumit situasi di negara itu. Pada saat yang sama, Jubir Kemenlu Iran menuntut keterlibatan lembaga-lembaga internasional untuk menghapus pembatasan dan melakukan penanganan segera atas kondisi kesehatan Syeikh Isa Qassim.
Ia menambahkan, sungguh disayangkan rezim Bahrain sekian lama menerapkan kebijakan keliru dan lebih memilih pendekatan keamanan daripada dialog, interaksi, negosiasi dan kesepahaman dengan rakyatnya sendiri.
Bahram Qasemi menjelaskan, rezim Bahrain selalu mengaitkan segala bentuk manuver dan tindakannya di dalam negeri dengan negara lain, dan melarang kebebasan sosial serta perlakuan yang seharusnya diterima oleh para pemuka agama dan minoritas lainnya.
Jubir Kemenlu Iran menegaskan, langkah ini tidak akan pernah membuahkan hasil positif dan pasti akan gagal.
Menurut Qasemi, Iran tidak bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Bahrain, dan Tehran menyarankan kepada pemerintah Manama agar melangkah di jalan yang benar sehingga bisa menempatkan masa depan negara dalam kerangka yang rasional.
Syeikh Hussein Al Daihi, Wakil Sekjen gerakan Islam Al Wefaq Bahrain, Ahad malam terkait kondisi kesehatan Syeikh Isa Qassim mengumumkan, kondisi kesehatan ulama pejuang Bahrain terus memburuk, terutama karena beliau selama beberapa bulan terakhir berada dalam tahanan rumah. (HS)