Syeikh Qassem: Kaum Muslim Perlu Membangun Peradaban Baru Islam
-
Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran.
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem menekankan perlunya dunia Islam untuk meneladani Hizbullah sebagai gerakan yang bisa memberi sebuah model perlawanan dalam waktu singkat.
Dia menyampaikan hal itu dalam pidatonya di Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran, Selasa (5/12/2017) seperti dilaporkan kantor berita IRIB.
Kaum Muslim, lanjutnya, perlu bersatu dan membangun peradaban baru Islam. "Peradaban ini harus dibentuk melalui pembentukan negara atau gerakan-gerakan Islam yang didasarkan pada pemikiran Islam murni untuk menerapkan Islam di semua bidang politik, sosial, budaya dan bidang lain," ujar Syeikh Qassem.
Menurutnya, Republik Islam Iran adalah sebuah model sukses negara Islam dan menambahkan, saat ini, Republik Islam Iran adalah contoh terbaik pemerintahan Islam untuk mewujudkan peradaban baru Islam. Karena negara ini telah memunculkan berbagai gagasan seperti, demokrasi religius.
"Hizbullah Lebanon dapat dianggap sebagai sebuah gerakan dan model, karena mampu menghadirkan pola perlawanan terhadap kubu arogan dalam waktu singkat," tegas Syeikh Qassem.

Dia menambahkan bahwa fron arogan menentang masyarakat Muslim lainnya mencontoh Iran dan Hizbullah.
"Jangan berpikir bahwa permusuhan Amerika dan Zionis terhadap Iran adalah karena masalah teritorial, tapi permusuhan utama adalah karena hari ini Iran dan Hizbullah telah memperkenalkan sebuah model pemerintahan dan gerakan Islam kepada kaum Muslim dan bahkan kepada orang-orang non-Muslim," tandasnya.
Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran, dihadiri oleh 500 tamu asing dan lokal. Konferensi yang mengusung slogan "Persatuan dan Keharusan Peradaban Baru Islam" ini akan berlanjut sampai 7 Desember 2017. (RM)