Zarif: Tuduhan AS terhadap Iran Tidak Berdasar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48277-zarif_tuduhan_as_terhadap_iran_tidak_berdasar
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat berusaha menutupi berbagai kejahatan perangnya di kawasan dengan cara melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Iran melalui "sebuah potongan besi."
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Des 16, 2017 13:40 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menlu  RII.
    Mohammad Javad Zarif, Menlu RII.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat berusaha menutupi berbagai kejahatan perangnya di kawasan dengan cara melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Iran melalui "sebuah potongan besi."

Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu di sela-sela konferensi khusus mengenai refleksi aturan Hak Asasi Manusia dalam hukum pidana Iran yang digelar di Tehran, Sabtu (16/12/2017).

Sebelumnya, Nikki Haley, Duta Besar AS untuk PBB meluncurkan propaganda baru terhadap Tehran dengan tampil di depan pecahan rudal yang diklaim milik Iran. Haley di hadapan wartawan di markas besar PBB, New York pada Kamis malam mengklaim bahwa pecahan rudal yang ditembakkan Yaman ke Arab Saudi tersebut adalah buatan Iran.

Nikki Haley, Duta Besar AS untuk PBB.

Haley –tanpa menyinggung dukungan persenjataan AS kepada Arab Saudi untuk membombardir rakyat tertindas Yaman– menuding Iran telah mempersenjatai Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah. Namun Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB telah membantah klaim tersebut.

Terkait hal itu, Menlu Iran menegaskan bahwa klaim Dubes AS untuk PBB tersebut tidak memiliki bukti apapun.

"Jet-jet tempur dan berbagai jenis bom yang dijatuhkan ke rakyat Yaman, semuanya adalah buatan AS," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Zarif menyinggung keputusan sepihak Donald Trump, Presiden AS yang mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.

"Langkah Trump ini telah menginjak-injak semua klaim AS sendiri tentang dukungannya kepada  hak-hak rakyat Palestina," imbuhnya.

Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Israel. Ia juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds.

Keputusan tersebut menuai protes luas dari para pemimpin negara dan masyarakat internasional. Baitul Maqdis diduduki Israel sejak tahun 1967. Al-Quds adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Palestina dan merupakan salah  satu dari tiga tempat suci Islam yang paling penting serta memiliki posisi khusus bagi umat Islam. (RA)