Qassemi: Bahrain Terlalu Kecil untuk Berkomentar Soal Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48613-qassemi_bahrain_terlalu_kecil_untuk_berkomentar_soal_iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, menepis pernyataan "kasar dan murahan" oleh Menteri Luar Negeri Bahrain, dan menyatakan bahwa dia tidak berhak berkomentar soal Iran.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 24, 2017 02:54 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi
    Bahram Qassemi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, menepis pernyataan "kasar dan murahan" oleh Menteri Luar Negeri Bahrain, dan menyatakan bahwa dia tidak berhak berkomentar soal Iran.

"Anda terlalu kecil dan sepele untuk berkomentar tentang Iran yang bangga, yang merupakan simbol peradaban kuno dan mulia," kata Qassemi pada Sabtu (23/12/2017).

Dalam serangkaian tweet pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifah melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Republik Islam, di antaranya, "Iran itu abadi, tapi Republik Islam itu tidak jelas."

Bendera Iran

Qassemi mengatakan bumi kuno Iran dengan masyarakat berpendidikan tinggi memiliki sejarah, peradaban, budaya, demokrasi dan sejarah yang unik, termasuk di antara negara-negara yang paling merdeka di kawasan ini.

Iran "adalah mimpi buruk bagi penguasa Bahrain yang gagal dan rezim reaksioner lainnya yang tidak memiliki keterampilan kecuali merepresi tuntutan rakyat dan melakukan kejahatan terhadap mereka dengan dukungan negara-negara transregional," tegas Qassemi.

Ribuan demonstran anti-rezim berdemonstrasi di Bahrain nyaris setiap hari sejak pemberontakan rakyat dimulai di negara tersebut pada pertengahan Februari 2011.

Mereka menuntut agar dinasti Al Khalifah menyerahkan kekuasaan dan mengizinkan pembentukan sebuah sistem yang adil dan demokratis mewakili semua rakyat Bahrain.

Namun Manama berusaha keras menekan segala bentuk penentangan. Pada tanggal 14 Maret 2011, pasukan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikerahkan untuk membantu Bahrain menumpas protes rakyat.

Tercatat banyak korban tewas dan ratusan menderita luka-luka atau ditangkap dalam tindakan brutal rezim Al Khalifah.(MZ)