Iran Siap dengan Skenario Terburuk Jika AS Keluar dari JCPOA
-
Wakil Kepala Staf Kantor Presiden Iran, Majid Takht-e Ravanchi.
Iran siap menghadapi skenario terburuk jika Amerika Serikat menarik dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), yang ditandatangani pada tahun 2015.
"Kami siap untuk skenario terburuk tidak hanya di bidang politik, tapi juga di bidang ekonomi," kata Wakil Kepala Staf Kantor Presiden Iran, Majid Takht-e Ravanchi dalam wawancara eksklusif dengan IRNA, Selasa (9/1/2018).
Mantan negosiator nuklir Iran ini menegaskan, Tehran sejauh ini berkomitmen dengan JCPOA dan sebagian besar negara di dunia juga ingin kesepakatan ini dilanjutkan.
"Kami tidak akan menjadi negara pertama yang keluar dari JCPOA. Republik Islam akan tetap berada dalam kesepakatan nuklir asalkan memperoleh manfaat dari kesepakatan tersebut," tandas Takht-e Ravanchi.

Menurutnya, iklim pada tingkat global sangat positif untuk melanjutkan implementasi JCPOA, dan di sisi lain ada kritik serius soal pemenuhan komitmen pemerintah AS.
Presiden Donald Trump telah melakukan banyak hal selama setahun terakhir untuk 'membunuh' JCPOA. Padahal, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengkonfirmasi komitmen Iran dalam sembilan laporannya. (RM)