Qassemi Paparkan Agenda Kunjungan Menlu Perancis ke Iran
-
Jubir Kemenlu Iran Bahram Qassemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi saat diwawancarai para wartawan dalam negeri mengatakan, di lawatan mendatang menteri luar negeri Perancis ke Tehran akan dibahas berbagai isu politik termasuk isu internasional, regional dan bilateral.
Qassemi Senin (22/1) saat jumpa pers dan menjawab pertanyaan terkait klaim menlu Perancis soal dialog dengan petinggi Tehran terkait pengaruh regional Iran, dukungan terhadap Hizbullah Lebanon dan Ansarullah Yaman menambahkan, kunjungan mendatang Menlu Perancis ke Iran sesuai dengan agenda kerja, namun poros perundingan belum ditentukan secara pasti.
Qassemi juga menepis statemen menlu Perancis bahwa sebelumnya ia telah berunding dengan Iran terkait isu rudal. "Republik Islam Iran tidak melakukan negosiasi terkait rudal dan isu pertahanan dengan negara manapun dan tidak akan pernah," papar Qassemi.
Jubir lembaga diplomasi Iran seraya mengisyaratkan transformasi terbaru Afrin di Suriah menandaskan, "Republik Islam Iran memantau dari dekat transformasi saat ini di kota Afrin dan berharap operasi Afrin segera berakhir dan krisis di kawasan perbatasan Turki-Suriah tidak akan semakin mendalam dan meluas."
Jubir Kemenlu Iran menegaskan, berlanjutnya krisis di Afrin berpotensi memperkuat kembali kelompok Takfiri dan teroris di wilayah utara Suriah serta mengobarkan kembali api peperangan dan kerusakan di negara ini.
Qassemi menilai akar krisis dan kehancuran di Suriah adalah perilaku tak bertanggung jawab dan aksi provokatif serta intervensi ilegal kekuatan trans-regional termasuk pemerintah Amerika dan sejumlah rezim haus perang di kawasan seperti Israel. "Selama pasukan Amerika dan sekutunya termasuk kelompok teroris-Takfiri tetap melanjutkan kehadiran ilegalnya di Suriah, krisis kemanusiaan di negara ini akan tetap berlanjut," ungkap Qassemi.
Terkait artikel Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di Financial Times dan undangan kepada negara-negara kawasan untuk menggelar dialog regional, Qassemi mengatakan, seluruh kawasan bukan sebuah negara tertentu dan keamanan serta stabilitas kawasan akan diraih melalui upaya kolektif seluruh negara.
Jubir Kemenlu Iran terkait berita sejumlah media soal lobi Amerika dengan Eropa untuk menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Iran menandaskan, ini sekedar desas-desus yang diangkat media dan hubungan Iran dengan negara-negara Eropa semakin membaik.
Ia juga meniai positif kunjungan Nechirvan Barzani ke Tehran dan menambahkan, kunjungan Nechirvan Barzani ke Tehran dan pertemuannya dengan petinggi Republik Islam Iran mengindikasikan bentuk serta level hubungan bilateral.
Menyinggung klaim dan tudingan berulang Menlu Arab Saudi, Adel al-Jubeir anti Iran termasuk soal Yaman, Qassemi mengungkapkan, jika al-Jubeir tidak dapat mengungkapkan klaim seperti ini, maka ia tidak lagi memiliki identitas.
Jubir Kemenlu Iran menekankan, meski ada tudingan berulang dan statemen tak berdasar petinggi Al Saud, namun Arab Saudi saat ini tenggelam dalam kesulitan dan krisis internal. (MF)